Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Kamis, 18 Juni 2020 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Mendag melanjutkan, Kemendag melakukan berbagai kebijakan strategis dalam mendorong kinerja perdagangan Indonesia di era normal baru. Kebijakan tersebut antara lain dengan meningkatkan kemudahan dan kecepatan pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature and stamp; menerapkan autentikasi otomatis dalam prroses perizinan ekspor dan impor bagi pedagang yang memuiliki reputasi; meningkatkan dan mempercepatan layanan ekspor impor dan pengawasan melalui Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE). (Lihat videonya: Pelaku Usaha Sambut Baik Masa PSBB Transisi di Jakarta)
Kebijakan strategis lainnya dengan meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; melanjutkan pelatihan bagi calon eksportir baru secara virtual, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, maupun yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mitra dagang agar saat situasi kembali normal pelaku usaha sudah siap memanfaatkan peluang ekspor yang ada; serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor atau pembiayaan lainnya dari perbankan bagi eksportir terdampak Covid-19.
Menurut dia, untuk mendukung berbagai kebijakan tersebut, peran perwakilan perdagangan sangat strategis di masa transisi atau era normal baru seperti saat ini. Salah satunya, untuk menggali informasi terkini tentang perkembangan situasi di negara tujuan ekspor. (Baca juga: AS-China Tegang, Mendag Ajak Investor Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, peluang ekspor produk pangan olahan masih begitu besar. Menurut dia, sepanjang 2018-2019 hampir tidak ada pertumbuhan ekspor produk pangan olahan. Namun di 2020 terjadi peningkatan ekspor. (Oktiani Endarwati)
Kebijakan strategis lainnya dengan meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; melanjutkan pelatihan bagi calon eksportir baru secara virtual, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, maupun yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mitra dagang agar saat situasi kembali normal pelaku usaha sudah siap memanfaatkan peluang ekspor yang ada; serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor atau pembiayaan lainnya dari perbankan bagi eksportir terdampak Covid-19.
Menurut dia, untuk mendukung berbagai kebijakan tersebut, peran perwakilan perdagangan sangat strategis di masa transisi atau era normal baru seperti saat ini. Salah satunya, untuk menggali informasi terkini tentang perkembangan situasi di negara tujuan ekspor. (Baca juga: AS-China Tegang, Mendag Ajak Investor Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, peluang ekspor produk pangan olahan masih begitu besar. Menurut dia, sepanjang 2018-2019 hampir tidak ada pertumbuhan ekspor produk pangan olahan. Namun di 2020 terjadi peningkatan ekspor. (Oktiani Endarwati)
(ysw)
Lihat Juga :