Shanghai Lockdown: Sejauh Mana Menguncang Ekonomi China

Selasa, 05 April 2022 - 05:38 WIB
loading...
A A A
"Fokusnya jauh lebih pada bagaimana pekerjaan akan bertahan dalam penguncian yang berkepanjangan atau periode ketidakpastian saat adanya kemungkinan Lockdown yang diperpanjang karena wabah," jelasnya.

Baca Juga: China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya

"Jadi saya pikir sektor jasa tidak hanya menghadapi tekanan jangka pendek dari penguncian tiga minggu dari Shenzhen atau lockdown satu minggu dari Shanghai, tetapi menghadapi lebih banyak tekanan dari ketidakpastian yang terjadi dengan serangkaian kebijakan manajemen Covid saat ini," kata Liu.

Tertutup

Sementara itu beberapa perusahaan di Shanghai telah memutuskan untuk tutup selama periode Lockdown, yang lainnya seperti industri jasa keuangan dan manufaktur mobil telah menerapkan apa yang disebut sistem "loop tertutup", menurut Liu.

Pada dasarnya, ini berarti bahwa karyawan harus tinggal serta bekerja di kantor atau pabrik mereka. "Bayangkan apa yang terjadi di Olimpiade Musim Dingin. Itu juga merupakan manajemen loop tertutup, hanya untuk memastikan bahwa dalam hal bekerja normal secara operasional, dan bahwa mereka mengisolasi orang-orang dari luar atau dari seluruh China."

Namun, Xu menunjukkan bahwa itu bukan strategi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. "Ada kekhawatiran bahwa jika lockdown menjadi berkepanjangan dan gangguan pada transportasi ke rantai pasokan tetap ada, bisnis tidak akan dapat sumber pasokan," paparnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved