Masih Riskan, Ini Tantangan Indonesia Transisi Menuju Endemi
Selasa, 05 April 2022 - 15:37 WIB
loading...
Transisi menuju endemi harus dilakukan secara bijaksana apabila salah langkah bisa mengganggu pemulihan ekonomi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pelonggaran aturan transisi menuju endemi harus dilakukan secara bijaksana. Situasi pandemi di Indonesia belum sepenuhnya aman apabila salah langkah bisa mengganggu pemulihan ekonomi .
"Saat ini pandemi sudah mulai memasuki masa endemi tetapi sifatnya masih riskan dan rentan. Penurunan antusiasme vaksinasi misalnya menjadi persoalan menuju endemi," ujar Ekonom Yose Rizal Damuri melalui pernyataan resmi, di Jakarta, Selasa (5/4/2022).
Baca Juga: Epidemiolog Ungkap Syarat Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi
Menurut dia tantangan selanjutnya beradaptasi dengan ekonomi digital. Persoalannya masih banyak necessary condition yang masih belum mumpuni jika ingin melakukan transformasi digital secara optimal seperti infrastruktur, skills dan talents, serta literasi pengguna.
"Selain itu, penyesuaian kerangka kebijakan juga diperlukan karena kerangka kebijakan ekonomi digital berbeda dengan kerangka kebijakan Indonesia yang masih dalam koridor ekonomi konvensional," kata Yose.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Abdurohman menambahkan tren perubahan yang terjadi secara signifikan saat ini turut diakselerasi oleh adanya pandemi. Begitu pula tren digitalisasi yang meningkat pesat, termasuk di Indonesia.
"Saat ini pandemi sudah mulai memasuki masa endemi tetapi sifatnya masih riskan dan rentan. Penurunan antusiasme vaksinasi misalnya menjadi persoalan menuju endemi," ujar Ekonom Yose Rizal Damuri melalui pernyataan resmi, di Jakarta, Selasa (5/4/2022).
Baca Juga: Epidemiolog Ungkap Syarat Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi
Menurut dia tantangan selanjutnya beradaptasi dengan ekonomi digital. Persoalannya masih banyak necessary condition yang masih belum mumpuni jika ingin melakukan transformasi digital secara optimal seperti infrastruktur, skills dan talents, serta literasi pengguna.
"Selain itu, penyesuaian kerangka kebijakan juga diperlukan karena kerangka kebijakan ekonomi digital berbeda dengan kerangka kebijakan Indonesia yang masih dalam koridor ekonomi konvensional," kata Yose.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Abdurohman menambahkan tren perubahan yang terjadi secara signifikan saat ini turut diakselerasi oleh adanya pandemi. Begitu pula tren digitalisasi yang meningkat pesat, termasuk di Indonesia.
Lihat Juga :