Total 16 Kapal Pesiar Mewah Miliarder Rusia Dikandangin, AS Mulai Terlibat Perburuan

Selasa, 05 April 2022 - 17:22 WIB
loading...
Total 16 Kapal Pesiar...
Sebuah megayacht atau kapal pesiar super mewah yang terkait dengan Viktor Vekselberg, seorang multi-miliarder kelahiran Ukraina dan sekutu Vladimir Putin telah disita di Spanyol. Begini penampakannya. Foto/Dok
A A A
MADRID - Sebuah megayacht atau kapal pesiar super mewah yang terkait dengan Viktor Vekselberg, seorang multi- miliarder kelahiran Ukraina dan sekutu Vladimir Putin telah disita di Spanyol. Penyitaan aset oligarki Rusia ini, menjadi yang pertama dengan keterlibatan pemerintah Amerika Serikat (AS) secara langsung.

Mantan Perwira CIA, Alex Finley memperkirakan, bahwa ada 16 kapal pesiar telah disita yang terkait dengan oligarki Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 24 Februari.

Baca Juga: Ditahan di Gibraltar, Begini Penampakan Kapal Pesiar Super Mewah Milik Miliarder Rusia

Sementara itu Garda Sipil Spanyol mengumumkan, penyitaan secara online pada hari Senin, kemarin waktu setempat dan mengkonfirmasi bahwa itu dilakukan bersama dengan FBI dan Investigasi Keamanan Dalam Negeri, serta investigasi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Foto-foto yang dirilis menunjukkan para pejabat dari Garda Sipil Spanyol bersama para pejabat dari kedua badan otoritas AS di atas kapal bernama "Tango" di pelabuhan Palma de Mallorca, ibu kota Kepulauan Balearic Spanyol di Laut Mediterania.

Wartawan Associated Press juga melaporkan, telah menyaksikan para pejabat di dalamnya. Menurut Garda Sipil Spanyol, kapal itu dimiliki oleh Vekselberg, dimana para pejabat menyita dokumen dan perangkat komputer darinya yang akan dianalisis untuk bukti lebih lanjut.

Kapal sepanjang 254 kaki ini memiliki tujuh kabin untuk para tamu dan bernilai USD120 juta setara dengan Rp1,71 triliun (Kurs Rp14.297 per USD), menurut Superyachtfan.com. Kapal pesiar super mewah itu selesai dibuat pada tahun 2011 dan merupakan finalis di World Superyacht Awards 2012.

Vekselberg terkena sanksi AS bulan lalu setelah Departemen Keuangan menyebutnya sebagai "taipan Rusia dan orang dalam Kremlin." Pejabat Biden mencatat bahwa sejak menghasilkan uang, ia telah menjadi "salah satu investor teknologi terbesar di Rusia."

Kapal pesiar dan pesawatnya secara khusus dicatat dalam daftar yang dikenakan sanksi. Tidak jelas apa yang akan terjadi pada kapal pesiar yang ditahan atau siapa yang akan membayar untuk pemeliharaan.

"Pejabat dapat menahan untuk jangka waktu tertentu berdasarkan kecurigaan atau laporan open source, tetapi akhirnya kepemilikan yang menguntungkan, atau individu yang benar-benar memiliki kapal pesiar, harus dikonfirmasi dengan menguraikan jaringan keuangan perusahaan dan manajemen yang melindungi pemilik utama," ucap Finley baru-baru ini.

Baca Juga: Ini yang Terjadi Pada Kapal Pesiar, Jet Pribadi dan Resort Mewah Miliarder Rusia Usai Disita

"Berapa banyak waktu yang mereka miliki untuk melakukan ini? Jelas. Tetapi berdasarkan pernyataan pers pemerintah, kemungkinan besar pihak berwenang berencana untuk menahan kapal selama sanksi ada atau sampai terbukti pemiliknya tidak ada dalam daftar sanksi," terangnya.

Hubungan Rumit

Bahkan sebelum invasi, Vekselberg telah berada dalam bidikan AS. Dia sedang diselidiki di Amerika untuk tuduhan penipuan pajak dan pencucian uang dan juga memiliki berbagai keterikatan dengan politik AS.

Pada 2018, ia diinterogasi oleh agen yang bekerja untuk penyelidikan penasihat khusus Robert Mueller terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved