Pajak dan Cukai Produk Tembakau Alternatif Perlu Disesuaikan dengan Profil Risiko
Kamis, 18 Juni 2020 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Dengan sistem yang ada dan kemungkinan kenaikan cukai setiap tahun, maka beban cukai setinggi ini hanya akan terus membebani konsumen dan membatasi akses mereka terhadap produk tembakau alternatif produknya.
Jika suatu produk memiliki risiko rendah, maka pajak atau cukai yang dikenakan harus lebih rendah dari produk yang memiliki risiko tinggi. Sebut saja, seperti e-cigarettes dan produk tembakau yang dipanaskan yang memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.
Dengan tarif pajak atau cukai yang lebih rendah tersebut diharapkan dapat membuat harga produk menjadi lebih terjangkau. "Dengan semakin tinggi perbedaan harga, maka semakin tinggi kemungkinan konsumen akan mengubah kebiasaan konsumsi mereka dan itu mendorong ke produk yang lebih rendah risiko," kata Sweanor.
Menurutnya, dalam Journal of Medicine, para ekonom terkemuka juga telah memaparkan berbagai alasan bahwa harus ada pajak atau cukai yang berbeda untuk produk yang memiliki risiko berbeda. "Ini yang kami suarakan, bahwa ada produk lain yang profil risikonya rendah perlu diberikan insentif, mengingat perbedaan yang sangat besar dalam risiko," pungkas Sweanor.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan semakin terbuka dalam merumuskan kebijakan cukai untuk produk tembakau alternatif yang memungkinkan akses konsumen yang adil namun tetap berkontribusi bagi penerimaan negara.
Jika suatu produk memiliki risiko rendah, maka pajak atau cukai yang dikenakan harus lebih rendah dari produk yang memiliki risiko tinggi. Sebut saja, seperti e-cigarettes dan produk tembakau yang dipanaskan yang memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.
Dengan tarif pajak atau cukai yang lebih rendah tersebut diharapkan dapat membuat harga produk menjadi lebih terjangkau. "Dengan semakin tinggi perbedaan harga, maka semakin tinggi kemungkinan konsumen akan mengubah kebiasaan konsumsi mereka dan itu mendorong ke produk yang lebih rendah risiko," kata Sweanor.
Menurutnya, dalam Journal of Medicine, para ekonom terkemuka juga telah memaparkan berbagai alasan bahwa harus ada pajak atau cukai yang berbeda untuk produk yang memiliki risiko berbeda. "Ini yang kami suarakan, bahwa ada produk lain yang profil risikonya rendah perlu diberikan insentif, mengingat perbedaan yang sangat besar dalam risiko," pungkas Sweanor.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan semakin terbuka dalam merumuskan kebijakan cukai untuk produk tembakau alternatif yang memungkinkan akses konsumen yang adil namun tetap berkontribusi bagi penerimaan negara.
(bon)
Lihat Juga :