China Sedot 387.000 Ton Gas Alam Cair dari Rusia Saat Impor Naik 26,4%

Jum'at, 15 April 2022 - 06:57 WIB
loading...
China Sedot 387.000...
Ekspor China ke Rusia merosot pada bulan Maret 2022 setelah invasi ke Ukraina, namun impor naik 26,4% dari tahun lalu.Foto/Dok
A A A
BEIJING - Ekspor China ke Rusia merosot pada bulan Maret 2022 setelah invasi ke Ukraina, bahkan ketika pengiriman ke negara-negara lain tumbuh dengan cepat. Hal ini menunjukkan perusahaan-perusahaan China kemungkinan sedikit berhati-hati tentang perdagangan dengan Rusia.

Tercatat, perusahaan-perusahaan China menjual barang senilai USD3,8 miliar ke Rusia pada bulan Maret, berdasarkan data resmi. Angka tersebut turun 7,7% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pesan Putin ke Eropa: Anda Masih Membutuhkan Gas Rusia

Hal itu menjadi jumlah terendah sejak Mei 2020, ketika perdagangan global sangat terpengaruh oleh wabah Covid-19. Kedua negara menyatakan persahabatan mereka tidak memiliki batasan pada awal tahun ini ketika Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin bertemu sebelum invasi Ukraina.

Sejak serangan itu, China mengatakan akan melanjutkan hubungan perdagangan secara normal dengan Rusia. Namun, meningkatnya sanksi terhadap Rusia oleh banyak negara, kemerosotan mata uang Rusia dan upaya Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan Rusia menggunakan dolar mungkin telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk menahan ekspor.

Sementara impor dari Rusia naik 26,4% dari tahun lalu, kemungkinan didorong lebih tinggi oleh kenaikan harga komoditas. China terutama membeli komoditas minyak, gas, batu bara dan pertanian dari Rusia dan menjual peralatan elektronik, mesin, dan kendaraan.

Rincian tentang barang-barang aktual yang dipindahkan melintasi perbatasan pada bulan Maret akan segera dirilis. China menerima 387.000 ton gas alam cair dari Rusia pada Maret, lebih tinggi dari 317.000 ton tahun sebelumnya, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Saat China terus meningkatkan impor gas dari Rusia sejak pasokan dari pipanya dimulai pada akhir 2019, volume itu masih tertinggal dari pemasok utama Australia.

Baca Juga: Putin Ancam Tutup Keran Pasokan Gas Rusia, Ini yang Dilakukan Negara-negara Eropa

Impor pada bulan Maret mungkin telah turun karena adanya pemeliharaan pipa musiman Rusia dan wabah covid China, tetapi kemungkinan akan meningkat sebesar 3 miliar meter kubik musim panas ini, dari 10bcm pada tahun 2021.

Ditambah serta untuk menjaga Gazprom PJSC di jalur untuk mencapai kapasitas penuh 38bcm pada tahun 2024, menurut Lujia Cao, seorang analis gas dengan BloombergNEF. Tepat sebelum invasi, PetroChina Co menandatangani kontrak gas kedua dengan Gazprom.

Pada tahun 2021, total perdagangan China dengan Rusia tercatat tumbuh 36% menjadi USD147 miliar, seperti ditunjukkan data resmi. Dimana para pemimpin negara setuju untuk meningkatkan perdagangan kedua negara menjadi USD250 miliar ketika mereka bertemu pada bulan Februari.

Menteri Energi Rusia Nikolay Shulginov mengatakan bahwa negara itu siap untuk menjual minyak mentah dan produk minyak bumi ke "negara-negara sahabat" dalam kisaran harga berapapun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Rekomendasi
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Berita Terkini
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Infografis
Sangkal Tudingan Zelensky,...
Sangkal Tudingan Zelensky, Rusia: China tetap Seimbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved