Rusia Termasuk, Ini 5 Negara dengan Suku Bunga Acuan Tertinggi di Dunia
Minggu, 24 April 2022 - 05:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, inflasi di Turki naik menjadi 61,14% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2022, dari sebelumnya pada Februari lalu sebesar 54,4%. Inflasi Turki menjadi yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar dalam survei Reuters, di mana inflasi Turki akan melesat lagi melewati 60% di bulan Maret. Namun, inflasi Maret 2022 masih lebih rendah dari Maret 2002 yang saat itu mencapai 65,1%.
Baca Juga: Rupiah Melemah Imbas The Fed Agresif Kerek Suku Bunga
Sementara untuk Indonesia, suku bunga acuannya berada di posisi ke-9, di bawah China dan di atas Korea Selatan.
4. Brasil
Bank sentral Brasil tercatat telah menaikkan suku bunga utamanya untuk kesembilan kalinya secara beruntun. Negara ini terus berjuang mengendalikan lonjakan inflasi, yang sekarang diperburuk oleh perang Ukraina.
Komite kebijakan moneter bank menaikkan suku bunga acuan Selic satu poin persentase, menjadi 11,75%. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan analis, namun para analis menyebutkan bahwa tingkat inflasi terus mengejutkan regulator.
Pemerintah Brazil melancarkan salah satu siklus pengetatan suku bunga paling agresif di dunia. Kenaikan harga terjadi yang didorong oleh dampak pandemi virus corona dan sekarang karena serangan Rusia ke Ukraina.
Peningkatan terbaru membuat kembali laju pengetatan moneter, tiga kenaikan dengan masing-masing sebesar 1,5 poin persentase. Kenaikan besar-besaran belum secara substansial menurunkan inflasi Brasil.
5. Meksiko
Bank sentral Meksiko (BoM) menaikkan suku bunga sebesar 0,5 (poin persentase) ke level 6,5%. Diterangkan kenaikan suku bunga ini menjadi yang ketujuh berturut-turut di Meksiko untuk mengatasi inflasi yang telah mencapai level tertinggi 20 tahun di atas 7%.
Dengan inflasi di Meksiko sekarang lebih dari dua kali lipat target bank sentral sekitar 3,0%, Capital Economics memperkirakan empat kenaikan suku bunga lagi dari 0,5 poin persentase, menjadi 8,50%.
Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar dalam survei Reuters, di mana inflasi Turki akan melesat lagi melewati 60% di bulan Maret. Namun, inflasi Maret 2022 masih lebih rendah dari Maret 2002 yang saat itu mencapai 65,1%.
Baca Juga: Rupiah Melemah Imbas The Fed Agresif Kerek Suku Bunga
Sementara untuk Indonesia, suku bunga acuannya berada di posisi ke-9, di bawah China dan di atas Korea Selatan.
4. Brasil
Bank sentral Brasil tercatat telah menaikkan suku bunga utamanya untuk kesembilan kalinya secara beruntun. Negara ini terus berjuang mengendalikan lonjakan inflasi, yang sekarang diperburuk oleh perang Ukraina.
Komite kebijakan moneter bank menaikkan suku bunga acuan Selic satu poin persentase, menjadi 11,75%. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan analis, namun para analis menyebutkan bahwa tingkat inflasi terus mengejutkan regulator.
Pemerintah Brazil melancarkan salah satu siklus pengetatan suku bunga paling agresif di dunia. Kenaikan harga terjadi yang didorong oleh dampak pandemi virus corona dan sekarang karena serangan Rusia ke Ukraina.
Peningkatan terbaru membuat kembali laju pengetatan moneter, tiga kenaikan dengan masing-masing sebesar 1,5 poin persentase. Kenaikan besar-besaran belum secara substansial menurunkan inflasi Brasil.
5. Meksiko
Bank sentral Meksiko (BoM) menaikkan suku bunga sebesar 0,5 (poin persentase) ke level 6,5%. Diterangkan kenaikan suku bunga ini menjadi yang ketujuh berturut-turut di Meksiko untuk mengatasi inflasi yang telah mencapai level tertinggi 20 tahun di atas 7%.
Dengan inflasi di Meksiko sekarang lebih dari dua kali lipat target bank sentral sekitar 3,0%, Capital Economics memperkirakan empat kenaikan suku bunga lagi dari 0,5 poin persentase, menjadi 8,50%.
(akr)
Lihat Juga :