Industri Influencer Marketing RI Senilai Rp14 Triliun Masih Didominasi Kalangan Atas
Rabu, 27 April 2022 - 13:57 WIB
loading...
Industri influencer marketing Indonesia masih didominasi influencer kalangan atas. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Influencer Marketing Hub (2022) memperkirakan total nilai pasar influencer marketing di dunia mencapai USD104 miliar atau setara dengan Rp1.493 triliun (Kurs Rp14.359 per USD) pada 2022. Sementara, nilai bisnis industri influencer marketing di Indonesia sekitar Rp14 triliun.
Baca juga: Universitas Pertamina Buka Pendaftaran Beasiswa Influencer, Ini Syaratnya
Sayangnya nominal tersebut tidak terbagi rata baut setiap segmen lantaran influencer atau konten kreator kalangan atas masih mendominasi pembagian kue di industri ini. Makanya, harus upaya-upaya tertentu agar influencer kalangan bawah bisa sedikit menikmatinya.
Salah satunya yang dilakukan oleh CUIT Indonesia. Startup yang berusaha memberikan kesempatan kepada influencer ataupun konten kreator kalangan bawah ini menyatakan bahwa teknologi memungkinkan pemerataan pendapatan di industri influencer marketing.
Menurut Jennifer Ang, founder CUIT Indonesia, influencer kalangan bawah atau yang lazim disebut dengan hyper micro influencer (memiliki followers di bawah 10 ribu) mempunyai kelebihan, yakni, persona yang menarik. Influencer di kategori ini mempunyai ciri khas yang unik, ekspresif, dan asli. Hasil postingan mereka pun mempunyai kategori yang beragam mulai dari kuliner, fesyen, musik, game, dan sebagainya, bahkan pertanian.
"Tapi memang selama belum banyak dilirik oleh merek atau brand, mereka belum mendapat kesempatan banyak untuk mengakses kue industri influencer marketing,” kata Jennifer, Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Universitas Pertamina Buka Pendaftaran Beasiswa Influencer, Ini Syaratnya
Sayangnya nominal tersebut tidak terbagi rata baut setiap segmen lantaran influencer atau konten kreator kalangan atas masih mendominasi pembagian kue di industri ini. Makanya, harus upaya-upaya tertentu agar influencer kalangan bawah bisa sedikit menikmatinya.
Salah satunya yang dilakukan oleh CUIT Indonesia. Startup yang berusaha memberikan kesempatan kepada influencer ataupun konten kreator kalangan bawah ini menyatakan bahwa teknologi memungkinkan pemerataan pendapatan di industri influencer marketing.
Menurut Jennifer Ang, founder CUIT Indonesia, influencer kalangan bawah atau yang lazim disebut dengan hyper micro influencer (memiliki followers di bawah 10 ribu) mempunyai kelebihan, yakni, persona yang menarik. Influencer di kategori ini mempunyai ciri khas yang unik, ekspresif, dan asli. Hasil postingan mereka pun mempunyai kategori yang beragam mulai dari kuliner, fesyen, musik, game, dan sebagainya, bahkan pertanian.
"Tapi memang selama belum banyak dilirik oleh merek atau brand, mereka belum mendapat kesempatan banyak untuk mengakses kue industri influencer marketing,” kata Jennifer, Rabu (27/4/2022).
Lihat Juga :