Peningkatan Akses Pembiayaan Bantu UMKM Tangguh Hadapi Pandemi
Jum'at, 13 Mei 2022 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Terobosan tersebut dapat memudahkan UMKM dalam pencatatan transaksi keuangan usaha dan secara otomatis menghasilkan laporan keuangan secara digital.
"Sejak diluncurkan pada 2017 lalu sampai dengan akhir tahun 2021 tercatat sebanyak 17.837 pengguna SIAPIK, dengan mayoritas penggunanya (99 persen) berasal dari usaha mikro," urai Fadjar.
Baca Juga: Inflasi Tahunan Sulsel Capai 3,39%, Dipicu Naiknya Permintaan Saat Ramadhan
Tak hanya itu, BI juga menyediakan model bisnis dan pola pembiayaan komoditas dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM, sekaligus menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya.
Namun demkian, menurut Fadjar, hal penting yang perlu dicatat adalah kebijakan RPIM maupun berbagai upaya lain BI merupakan bagian dari sekian banyak faktor pendukung penting lainnya yang diperlukan untuk mengembangkan UMKM di Indonesia.
"Dalam konteks ini, dibutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat luas," pungkasnya.
"Sejak diluncurkan pada 2017 lalu sampai dengan akhir tahun 2021 tercatat sebanyak 17.837 pengguna SIAPIK, dengan mayoritas penggunanya (99 persen) berasal dari usaha mikro," urai Fadjar.
Baca Juga: Inflasi Tahunan Sulsel Capai 3,39%, Dipicu Naiknya Permintaan Saat Ramadhan
Tak hanya itu, BI juga menyediakan model bisnis dan pola pembiayaan komoditas dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM, sekaligus menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya.
Namun demkian, menurut Fadjar, hal penting yang perlu dicatat adalah kebijakan RPIM maupun berbagai upaya lain BI merupakan bagian dari sekian banyak faktor pendukung penting lainnya yang diperlukan untuk mengembangkan UMKM di Indonesia.
"Dalam konteks ini, dibutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat luas," pungkasnya.
(agn)
Lihat Juga :