China Akhiri Lockdown, Harga Minyak Dunia Ikut Terkerek
Rabu, 18 Mei 2022 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, konflik Rusia dan Ukraina serta sejumlah sanksi yang ditimbulkan masih menjadi sentimen utama pergerakan harga minyak. Baru-baru ini, Rusia mengumumkan penurunan produksi hampir 9% pada bulan April 2022.
Rusia yang merupakan bagian dari organisasi negara-negara penghasil minyak bumi memiliki tingkat produksi yang jauh berada di bawah level yang dibutuhkan berdasarkan kesepakatan OPEC sejak pandemi muncul. Tekanan terhadap harga juga terjadi menyusul laporan bahwa Amerika Serikat mengizinkan Chevron Corp untuk menegosiasikan lisensi minyak dengan produsen nasional Venezuela.
Baca Juga: China Lockdown, Dampaknya ke Indonesia Bisa Bikin Ngeri
Lebih lanjut, sentimen yang membebani pasar minyak adalah kegagalan Uni Eropa membujuk Hungaria untuk mencabut hak vetonya atas usulan embargo minyak Rusia. Di Amerika Serikat, Gubernur Bank Sentral / Federal Reserve Jerome Powell berjanji akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk menahan lonjakan inflasi yang katanya mengancam fondasi ekonomi.
Rusia yang merupakan bagian dari organisasi negara-negara penghasil minyak bumi memiliki tingkat produksi yang jauh berada di bawah level yang dibutuhkan berdasarkan kesepakatan OPEC sejak pandemi muncul. Tekanan terhadap harga juga terjadi menyusul laporan bahwa Amerika Serikat mengizinkan Chevron Corp untuk menegosiasikan lisensi minyak dengan produsen nasional Venezuela.
Baca Juga: China Lockdown, Dampaknya ke Indonesia Bisa Bikin Ngeri
Lebih lanjut, sentimen yang membebani pasar minyak adalah kegagalan Uni Eropa membujuk Hungaria untuk mencabut hak vetonya atas usulan embargo minyak Rusia. Di Amerika Serikat, Gubernur Bank Sentral / Federal Reserve Jerome Powell berjanji akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk menahan lonjakan inflasi yang katanya mengancam fondasi ekonomi.
(nng)
Lihat Juga :