Kiat Menambah Pundi-pundi Uang dengan Automasi Kekayaan

Jum'at, 20 Mei 2022 - 13:03 WIB
loading...
Kiat Menambah Pundi-pundi...
Founder Xpreneur Joshua Tan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Mayoritas masyarakat masih mengandalkan pemenuhan kebutuhan hidupnya dari pendapatan aktif seperti gaji atau honor yang didapat dari bekerja sehari-hari.

Bekerja keras untuk menumbuhkan kekayaan secara aktif merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Namun, acapkali ketika terlalu banyak berpikir tentang apa yang diperlukan untuk membangun kekayaan, rasa pesimistis menghinggapi dan ujung-ujungnya tidak melakukan apa pun untuk menambah pundi-pundi uang.

Padahal, selain pendapatan aktif, tak ada ruginya mempelajari cara-cara meraih pendapatan pasif dan mencoba mempraktikan wealth automation alias automasi kekayaan.

Mengutip Forbes, mengotomatiskan keuangan dapat membantu seseorang memperbaiki kondisi keuangan tanpa perlu banyak memeras keringat atau mengotak-atik.

Menyisihkan uang di rekening tabungan atau pensiunan menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang, dan itu bisa otomatis.

Baca juga: 3 Sumber Kekayaan Harvey Moeis, Suami Sandra Dewi yang Jadi Pengusaha Batu Bara

Caranya bisa beragam, misalnya dengan menahan sebagian gaji seolah tak pernah melihatnya, mengatur transfer otomatis, serta menyiapkan rekening investasi dan tabungan yang berbeda untuk berbagai tujuan.

Kemudian, meninjau kondisi keuangan secara teratur dan mempertimbangkan untuk meningkatkan otomatisasi tersebut saat situasi keuangan membaik.

Selain itu, penggunaan software keuangan pribadi juga bisa membantu memudahkan dalam mengontrol dan melacak berbagai transaksi keuangan.

Founder Xpreneur Joshua Tan mengatakan, di zaman serbadigital ini, yang terpenting bukan mendapat uang dalam jumlah besar sekali-kali tapi mendapat uang secara konsisten.

Lebih mantap lagi jika uang yang didapat semakin besar tapi semakin sedikit tenaga dan waktu yang dikeluarkan.

Masyarakat bisa belajar dari kisah seorang pemilik toko kelontong yang membangun bisnisnya secara konvensional dari 38 tahun lalu tapi akhirnya harus menutup tokonya karena tergilas maraknya e-commerce dan marketplace.

Begitu juga ketika pekerja yang hidupnya hanya menghabiskan waktu di kantor dan kehilangan waktu berharga bersama keluarga.

“Ini membuat kita menyadari pentingnya wealth automation yaitu mengubah pendapatan aktif yang biasanya tidak tentu dan ditukar dengan tenaga dan waktu, menjadi pendapatan pasif yang mengalir secara lebih otomatis dengan sesedikit mungkin waktu dan tenaga,” kata Joshua, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Terungkap! Alasan Bill Gates Ogah Simpan Uang Kripto Apapun

Founder Lightrees Group itu mendorong agar lebih banyak lagi masyarakat yang bisa menghasilkan pendapatan yang bersifat wealth automation, terutama di masa pandemi yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, kata dia, ajang tahunan Xpreneur Summit tahun ini akan digelar secara hybrid dengan mengusung tema “Wealth Automation”.

Acara yang digelar pada 21-22 Mei itu akan menghadirkan para pembicara ahli dan diharapkan akan diikuti 2.000 peserta yang terdiri dari investor, karyawan, freelancer, tenaga ahli, konsultan serta pemilik usaha.

“Para peserta akan dibimbing secara khusus mengembangkan bisnis dan memiliki wealth automation dengan pendapatan pasif,” ungkapnya.

Menurut Joshua, ajang tersebut juga demi aksi kemanusiaan dengan misi berbagi kepada yang membutuhkan. “Bukan hanya dengan ‘ikan’ namun dengan ‘pancing’ kepada orang kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19 untuk bisa ‘memancing’ sendiri dan menghasilkan pendapatan yang bersifat wealth automation,” tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Setlary Indonesia-IFT...
Setlary Indonesia-IFT Group Kerja Sama Tingkatkan Literasi dan Pengelolaan Keuangan
Dilantik jadi Wamenkeu,...
Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Airlangga Harap Juda Agung Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Tujuh Langkah Memperbaiki...
Tujuh Langkah Memperbaiki Keuangan Pesantren
5 Tips Menabung untuk...
5 Tips Menabung untuk Pernikahan agar Hemat dan Finansial Tetap Sehat
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved