Beli Gas Rusia, Jerman dan Italia Kasih Restu Perusahaan Energi Buka Rekening Rubel

Sabtu, 21 Mei 2022 - 09:18 WIB
loading...
Beli Gas Rusia, Jerman dan Italia Kasih Restu Perusahaan Energi Buka Rekening Rubel
Jerman dan Italia mengatakan kepada perusahaan energi bahwa mereka dapat membuka rekening Rubel untuk terus membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi terhadap Moskow. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Jerman dan Italia mengatakan kepada perusahaan energi bahwa mereka dapat membuka rekening Rubel untuk terus membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi terhadap Moskow setelah diskusi dengan Uni Eropa (UE). Hal ini disampaikan sumber yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir Reuters.

Perdebatan tentang permintaan Rusia agar pembeli asing membayar gas dalam Rubel telah menguji tekad pemerintah Eropa untuk mengambil tindakan keras terhadap Moskow atas perang di Ukraina.

Baca Juga: PM Italia Bocorkan Fakta Terbaru: Mayoritas Importir Gas Rusia Membuka Rekening dengan Rubel

Polandia, Bulgaria dan Finlandia telah menolak untuk mematuhi permintaan Moskow agar importir membayar gas melalui rekening Rubel dengan Gazprombank. Akibatnya pasokan gas mereka mereka dari Rusia telah ditutup.

Sementara negara-negara anggota UE lainnya, cenderung berhati-hati. Bagaimanapun, mereka tidak mau mengarahkan perusahaan ke arah tindakan yang dapat mengakibatkan hilangnya pasokan vital gas Rusia yang memanaskan rumah dan pabrik-pabrik.

Brussels telah memberikan dua panduan tertulis tentang cara membeli gas Rusia tanpa melanggar sanksi. Tetapi secara hukum tetap masih belum jelas karena para pejabat Uni Eropa juga menyarankan perusahaan-perusahaan dalam pertemuan tertutup untuk tidak membuka rekening Rubel dengan Gazprombank.



Beberapa diplomat di Brussels dari negara-negara anggota Uni Eropa mengatakan, mereka pikir saran itu sengaja dibuat tidak rinci untuk memungkinkan negara-negara membuka rekening Rubel dan terus membeli gas Rusia.

"Seseorang memiliki kesan bahwa hal itu membuat pintu terbuka untuk bisnis berjalan seperti biasa," kata seorang diplomat.

Ia juga menambahkan, dalam pandangan mereka, aturan yang tidak jelas dan rinci berisiko merusak persatuan Uni Eropa melawan Rusia jika perusahaan di beberapa negara membuka rekening Rubel tetapi yang lain tidak.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1589 seconds (11.97#12.26)