SIMURP Ajarkan Petani dan Penyuluh Cara Mengukur Emisi Gas Rumah Kaca

Selasa, 23 Juni 2020 - 17:42 WIB
loading...
A A A
“Agar mereka memahami pentingnya upaya penurunan emisi GRK yang disebabkan oleh praktek pertanian yang kurang ramah lingkungan,” tutur Dedi.

Kegiatan ini sebagai Tindak lanjut dari kegiatan Training of Master Trainer yang berlangsung pada bulan awal tahun 2020 lalu, Pusat Penyuluhan akan melaksanakan pelatihan bagi para penyuluh dan petugas dan pelatihan bagi petani pada bulan Juli 2020.

Terkait dengan hal tersebut Pusat Penyuluhan bekerja sama dengan Balai Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati, mempersiapkan materi video tutorial sebagai pengganti kegiatan prakatek, salah satu materi yang dipersiapkan adalah cara bagaimana mengukur GRK.

Gas rumah kaca adalah gas di troposfer yang mampu menyerap sinar infra merah yang kemudian dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi hangat. Suhu permukaan bumi tanpa gas rumah kaca akan 33 derajat celcius lebih dingin dibandingkan suhu saat ini. Berdasarkan IPCC, 2007 emisi GRK yang tinggi berpotensi menaikkan suhu bumi 1,31-2,32oC pada pertengahan abad 21.

Kegiatan pertanian dipandang sebagai sumber CO2, CH4, dan N2O yaitu sebagai hasil pembakaran biomassa, penanaman padi, fermentasi enterik, pengelolaan pupuk, tanah, dan sumber pertanian lainnya. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya adaptasi dan mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim sebagai akibat meningkatnya GRK.

Beberapa contoh aksi adaptasi pada lahan sawah adalah penanaman varietas dengan potensi hasil tinggi dan adaptif terhadap perubahan iklim dan pengelolaan air. Upaya adaptasi yang dapat dilakukan oleh petani adalah peningkatan efisiensi pemupukan dan pemupukan berimbang. Kegiatan tersebut merupakan aksi adaptasi, namun sekaligus dapat memberikan nilai tambah berupa penurunan emisi gas N2O.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Rekomendasi
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved