SIMURP Ajarkan Petani dan Penyuluh Cara Mengukur Emisi Gas Rumah Kaca

Selasa, 23 Juni 2020 - 17:42 WIB
loading...
A A A
Di Balingtan dapat dilakukan pengenalan alat untuk mengukur emisi GRK dari lahan sawah berupa Sungkup (Chamber) berbentuk balok, Vial/ampul, Termometer, Baterai, Bangku, Alat tulis dan Stopwatch.

Pengambilan sampel GRK sebaiknya dilakukan minimal 3 kali dalam satu musim, yaitu pada saat tanaman padi memasuki fase anakan aktif (35 Hari), fase berbunga (65 Hari) dan fase pemasakan biji atau menjelang panen (90 Hari).

Setelah mengetahui cara besarnya konsentrasi gas maka kita dapat menghitung emisi dari suatu perlakuan. Perlakuan yg dapat meningkatkan hasil namun dapat menurunkan emisi GRK itulah yg dinamakan tindakan mitigasi. Contohnya adalah pengaturan air dengan pengairan intermittent atau berselang, pengairan AWD. Kemudian penggunaan varietas padi yang emisi gas metan rendah misalnya Ciherang, Membramo, Inpari 32. Demikian juga dengan penggunaan bahan organik matang, dapat mengurangi emisi GRK.

Setelah mengetahui besarnya emisi GRK, kita bisa menentukan tindakan yg dapat menurunkan emisi GRK dari lahan sawah, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture/CSA), dengan CSA diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, meningkatkan produksi sehingga meningkatkan pendapatan petani dan sekaligus meningkatkan ketangguhan petani terhadap perubahan iklim.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Rekomendasi
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved