Libatkan 20 Desa, TWC Siapkan Sandal Khusus Naik Candi Borobudur
Rabu, 08 Juni 2022 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Hetty menyebut, pembuatan sandal upanat ini selain untuk konservasi juga untuk mendukung ekonomi kreatif di Borobudur.
Upanat ini diproduksi oleh masyarakat di desa-desa sekitar Borobudur. Saat ini baru dalam tahapan menyiapkan produksinya. Oleh karena itu, perwakilan dari 20 desa dilatih untuk mengidentifikasi bahan-bahan pembuatan upanat tersebut.
"Kita lakukan workshop dan pelatihan yang terus menerus sampai kita mendapatkan yang memang bagus, kita ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung," tuturnya.
Baca juga: Luhut Tunda Harga Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu Usai Dibisikin Ganjar, Kok Bisa?
Sementara itu, Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB) Bramantara mengatakan, dengan kuota pengunjung yang dibatasi 1.200 orang, pihaknya menyiapkan sandal upanat dalam jumlah yang sama.
"Kalau tiket laku semua berarti sandalnya 1.200. Nanti kan berproses juga. Otomatis selama nanti lakunya (tiket) berapa ya itu yang diproduksi. Urusan marketing sebenarnya ngikuti pembelian tiket. Kalau tiket laku 100 ya sandalnya bikin 100," bebernya.
Upanat ini diproduksi oleh masyarakat di desa-desa sekitar Borobudur. Saat ini baru dalam tahapan menyiapkan produksinya. Oleh karena itu, perwakilan dari 20 desa dilatih untuk mengidentifikasi bahan-bahan pembuatan upanat tersebut.
"Kita lakukan workshop dan pelatihan yang terus menerus sampai kita mendapatkan yang memang bagus, kita ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung," tuturnya.
Baca juga: Luhut Tunda Harga Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu Usai Dibisikin Ganjar, Kok Bisa?
Sementara itu, Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB) Bramantara mengatakan, dengan kuota pengunjung yang dibatasi 1.200 orang, pihaknya menyiapkan sandal upanat dalam jumlah yang sama.
"Kalau tiket laku semua berarti sandalnya 1.200. Nanti kan berproses juga. Otomatis selama nanti lakunya (tiket) berapa ya itu yang diproduksi. Urusan marketing sebenarnya ngikuti pembelian tiket. Kalau tiket laku 100 ya sandalnya bikin 100," bebernya.
Lihat Juga :