Pengusaha di Sulsel Gelisah Terkait Kenaikan Tarif Listrik
Sabtu, 11 Juni 2022 - 07:12 WIB
loading...
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel cukup gelisah terkait kenaikan tarif listrik. Pasalnya, pengusaha merupakan rata-rata pelanggan yang menggunakan daya tinggi di atas 3.500 VA. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah telah memastikan kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 3.000 VA ke atas. Tarif penyesuaian listrik untuk kelompok masyarakat mampu itu dipastikan naik per 1 Juli 2022 mendatang.
Hal ini membuat Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO ) Sulsel cukup gelisah. Pasalnya, pengusaha merupakan rata-rata pelanggan yang menggunakan daya tinggi di atas 3.500 VA.
Baca Juga: APINDO Sulsel Berkomitmen Ambil Bagian Pulihkan Ekonomi
Ketua APINDO Sulsel, La Tunreng, mengatakan pada dasarnya dirinya tak terlalu mempersoalkan kenaikan tarif listrik. Hanya saja, menaikkan tarif di saat kondisi ekonomi baru bangkit dinilai belum pas.
"Rencana pemerintah itu tidak ada masalah, hanya mungkin momennya saja, karena tahun ini suasana dunia usaha itu masih berkabung, dua tahun terakhir kita mengalami pandemi dan baru mulai recovery. Nah kalau orang sakit dibebani, kan bisa sempoyongan, kurang lebih seperti itu," ungkap La Tunreng.
Hal ini membuat Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO ) Sulsel cukup gelisah. Pasalnya, pengusaha merupakan rata-rata pelanggan yang menggunakan daya tinggi di atas 3.500 VA.
Baca Juga: APINDO Sulsel Berkomitmen Ambil Bagian Pulihkan Ekonomi
Ketua APINDO Sulsel, La Tunreng, mengatakan pada dasarnya dirinya tak terlalu mempersoalkan kenaikan tarif listrik. Hanya saja, menaikkan tarif di saat kondisi ekonomi baru bangkit dinilai belum pas.
"Rencana pemerintah itu tidak ada masalah, hanya mungkin momennya saja, karena tahun ini suasana dunia usaha itu masih berkabung, dua tahun terakhir kita mengalami pandemi dan baru mulai recovery. Nah kalau orang sakit dibebani, kan bisa sempoyongan, kurang lebih seperti itu," ungkap La Tunreng.
Lihat Juga :