Bergerak Sideways, Investor Disarankan Akumulasi Saham Bervaluasi Murah

Rabu, 24 Juni 2020 - 09:18 WIB
loading...
Bergerak Sideways, Investor...
Foto/ANTARA
A A A
JAKARTA - Investor optimistis pasar saham yang bergerak sideways dan penurunan harga-harga saham di masa pandemi virus corona (Covid-19) memicu peluang muncul untuk berinvestasi dan melakukan aksi jual-beli (trading) saham dalam jangka pendek di saham-saham yang salah harga atau undervalued. Pada fase new normal ini, pasar saham mengindikasikan pertumbuhan positif seiring dengan sentimen positif dari dalam negeri dan global pasca pelonggaran Pembatasan Skala Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pelaku pasar modal Kanya Lakshmi Sidarta mengaku mengakumulasi beli saham-saham yang bisnisnya diuntungkan oleh pandemi Covid-19. Dia mencontohkan saham emiten makanan, barang-barang konsumsi yang salah satu produknya berupa produk sanitasi, perbankan, dan telekomunikasi. “Investor juga perlu melirik saham perkebunan,“ ujar Kanya, yang juga pemerhati masalah sawit di Jakarta, kemarin. (Baca: IHSG Dibuka Merayap Tipis saat Bursa Asia Flat)

Menurut Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) tersebut, dirinya rutin mengakumulasi beli secara bertahap di saham-saham tersebut. Namun, dia menyarankan hanya untuk membeli saham-saham yang kinerja keuangannya diperkirakan naik ke depannya.

“Pekan ini merupakan salah satu momentum untuk membeli saham-saham yang harganya terdiskon, valuasinya murah, dan peluang harga saham melonjak dalam jangka pendek hingga menengah,” papar Kanya.

Dia mengaku telah mengalokasikan dana pembelian saham tersebut yang disesuaikan dengan anggaran dan target proporsional pada portofolio investasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
ISEI Riau Prakarsai...
ISEI Riau Prakarsai Reformulasi DBH Sawit dan Evaluasi Peran BPDP
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Jawab Tantangan Industri Sawit Global dari Inovasi hingga Digitalisasi
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital
Potensi Besar Industri...
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Rekomendasi
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved