Atasi Kelangkaan, Mendag Segera Bentuk Lembaga Penyangga Stok Pangan

Senin, 13 Juni 2022 - 18:44 WIB
loading...
Atasi Kelangkaan, Mendag...
Mendag Muhammad Lutfi. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ancaman krisis pangan global yang kian nyata harus diantisipasi. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya bersama jajaran terkait tengah menyiapkan lembaga penyangga stok pangan (buffer stock). Langkah ini ditempuh guna meminimalisasi kelangkaan dan mengendalikan harga komoditas pangan.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dua sampai lima tahun kemudian. Jangankan sejauh itu, tahun depan aja kita tidak tahu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga stok pangan kita dengan baik," ujar Mendag Lutfi saat berdialog di Kanal Youtube Asumsi, dikutip Senin (13/6/2022).

Lebih lanjut dia menyontohkan, di Indonesia banyak industri pangan swasta. Namun, kata dia, pemerintah tidak bisa bergantungan dengan pihak swasta.

Baca juga: Lagi, Presiden Ingatkan Krisis Pangan dan Energi

Sebab, jika kondisi global tengah mengguncang harga pangan, industri swasta riskan untuk mengurangi stok pangan.

Maka dari itu, industri rakyat yang dikelola pemerintah perlu di genjot untuk melakukan mitigasi pada kesempatan pertama.

Dengan begini, kata Lutfi, pemerintah bisa memastikan stok pangan dengan baik dan tidak terjadi kelangkaan pada saat panceklik.

"Saya mengambil satu contoh, kemarin di Nusa Tenggara Timur para petani panen jagung di mana jagung ini sangat penting karena ini salah satunya adalah untuk pakan daripada industri peternakan terutama pada ayam. Nah kemarin itu mereka panen tapi karena memang situasinya sedang tidak menentu sekarang jadi nggak laku," bebernya.

Baca juga: Dunia Bakal Menghadapi Krisis Pangan dan Kelaparan yang Parah, Zelensky Kasih Peringatan

"Maka dari itu, saya wanti-wanti kepada seluruh kementerian dan lembaga bahwa permasalahan ini mesti dimitigasi secepatnya," sambungnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan jika hal ini tidak cepat diatasi, para petani akan merugi atau bahkan harga pangan di dalam negeri tambah melejit.

"Ketika mereka (petani) tidak laku lagi panen, mereka akan seperti swasta akan sangat takut mengalami kerugian dan kerugian itu akan menjadi tambah besar kalau sampai kita tidak bisa mengatasinya," paparnya.



Mendag menyampaikan, mitigasi ini menjadi perhatian penting. Sebab, jika pada masa pancelik nanti tidak ada pasokan jagung, pemerintah akan sibuk melakukan impor. Sementara harga di luar negeri juga tidak bisa diprediksi. "Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita bisa bentuk lembaga buffer stok," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved