Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...
Senin, 20 Juni 2022 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
Hal inipun bikin utang Yunani makin melonjak, apalagi ada faktor lain yang membuat Yunani semakin sulit bayar utang. Sampai akhirnya, Yunani resmi bangkrut pada 2009. Sebenarnya, saat itu otoritas Eropa dan swasta mau meminjamkan uang karena jika tidak dibantu nilai Euro bisa ambruk dan negara lain ikut rugi.
Tapi sayangnya, pinjaman yang ditawarkan ternyata ada syaratnya. Yunani diminta untuk berhemat dan meningkatkan pajak mereka sehingga bukan mengurangi utang tapi justru membuat ekonomi Yunani semakin sekarat.Baca Juga: Nestapa Sri Lanka, Politik Dinasti Berujung Bangkrutnya Negara
2. Zimbabwe
Zimbabwe negara yang bisa dikatakan berhasil. Pada 1980, pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Zimbabwe mencapai 5,2 persen, padahal rata-rata pertumbuhan Gross Domestik Bruto GDP dunia hanya 1,86 persen.
Namun lagi-lagi pemerintahan yang membuat kesalahan pengelolaan utang sehingga menjadi terpuruk. Saat belum berhasil bangkit sepenuhnya, Zimbabwe ikut serta dalam konflik Kongo membuat kehabisan devisa.
Tidak hanya itu, keterlibatan dalam konflik tersebut, Zimbabwe kemudaian diasingkan komunitas internasional. Sejak itu, Zimbabwe mulai mencetak uang dalam jumlah besar untuk membiayai masyarakat dan membawa Zimbabwe pada hiperinflasi. Dolar Zimbabwe pun terjun bebas dan sampai sekarang dijual sebagai souvenir. Baca Juga: Soal Utang, Sri Mulyani Pastikan RI Tak Akan Bernasib Seperti Sri Lanka
3. Sri Lanka
Tapi sayangnya, pinjaman yang ditawarkan ternyata ada syaratnya. Yunani diminta untuk berhemat dan meningkatkan pajak mereka sehingga bukan mengurangi utang tapi justru membuat ekonomi Yunani semakin sekarat.Baca Juga: Nestapa Sri Lanka, Politik Dinasti Berujung Bangkrutnya Negara
2. Zimbabwe
Zimbabwe negara yang bisa dikatakan berhasil. Pada 1980, pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Zimbabwe mencapai 5,2 persen, padahal rata-rata pertumbuhan Gross Domestik Bruto GDP dunia hanya 1,86 persen.
Namun lagi-lagi pemerintahan yang membuat kesalahan pengelolaan utang sehingga menjadi terpuruk. Saat belum berhasil bangkit sepenuhnya, Zimbabwe ikut serta dalam konflik Kongo membuat kehabisan devisa.
Tidak hanya itu, keterlibatan dalam konflik tersebut, Zimbabwe kemudaian diasingkan komunitas internasional. Sejak itu, Zimbabwe mulai mencetak uang dalam jumlah besar untuk membiayai masyarakat dan membawa Zimbabwe pada hiperinflasi. Dolar Zimbabwe pun terjun bebas dan sampai sekarang dijual sebagai souvenir. Baca Juga: Soal Utang, Sri Mulyani Pastikan RI Tak Akan Bernasib Seperti Sri Lanka
3. Sri Lanka
Lihat Juga :