Harga Minyak Tinggi, Ekonom Desak Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Senin, 27 Juni 2022 - 16:06 WIB
loading...
A A A
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengungkapkan, subsidi BBM memiliki dua fungsi yang sangat efektif di tengah ketidakpastian global. Pertama, dapat menahan laju inflasi yang dapat memberikan bantuan terhadap kebijakan pembiayaan sehingga Bank Indonesia (BI) tidak meningkatkan suku bunga, masih tetap di 3,5%. "Hal ini sangat membantu saat pemulihan ekonomi dimana masyarakat membutuhkan pembiayaan untuk kredit modal kerja, konsumsi, dan lain-lain," kata Yayan.

Fungsi kedua, lanjut dia, bagi masyarakat menengah ke bawah, subsidi sangat membantu untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah kemungkinan inflasi harga pangan. Selain itu, menurutnya kebijakan subsidi BBM dan LPG 3 kg untuk menahan inflasi juga penting bagi pengelolaan indikator makro Indonesia yang menjadi perhatian investor yang investasinya sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Namun, lanjut dia, dalam situasi normal subsidi tidak baik bagi perekonomian karena akan meningkatkan pergeseran konsumsi energi ke produk yang harganya di bawah keekonomian. Hal itu akan menahan terjadinya diversifikasi ke BBM yang lebih baik. "Subsidi juga akan mengurangi share pembiayaan untuk sektor yang lebih penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang lebih urgent," tandasnya.

Sebagai gambaran, dana subsidi dan kompensasi yang sebesar Rp500 triliun dapat digunakan membangun ruas tol baru sepanjang 3.501 km dengan biaya investasi Rp142,8 miliar per km. Dana sebanyak itu juga bisa untuk membangun sekolah dasar sebanyak 227.886 unit dengan biaya Rp2,19 miliar per SD. Untuk sektor kesehatan, dana sebesar itu bisa membangun 41.666 puskesmas baru dengan biaya Rp12 miliar per puskemas, atau rumah sakit (RS) skala menengah sebanyak 3.333 unit seharga Rp150 miliar per RS.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Harga Emas dan Minyak Dunia Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved