Ekonomi Digital RI Lampaui Rp1.000 Triliun, Manfaatkan Internet Secara Kreatif dan Produktif

Senin, 04 Juli 2022 - 22:55 WIB
loading...
Ekonomi Digital RI Lampaui...
Pesatnya internet dan digitalisasi harus dimanfaatkan secara kreatif, produktif tapi tetap beretika. Foto/pexels/antoni shkraba
A A A
JAKARTA - Besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia harus diimbangi dengan literasi dan kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan ruang digital dengan cara kreatif, produktif dan beretika.

Ihwal potensi ekonomi digital RI telah banyak pihak di dalam maupun luar negeri yang menyampaikan proyeksinya.

Merujuk data Google, Tamasek & Bain Company, pada tahun 2025 diproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp1.700 triliun.

Presiden Joko Widodo sendiri saat berdialog secara virtual dengan beberapa talenta digital pada 1 Maret 2022 lalu menyampaikan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan sebesar USD146 miliar dan kontribusi ekonomi digital RI diproyeksikan naik delapan kali di tahun 2030, yaitu di angka Rp4.531 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat besar sekali. Dan, seluruh sektor digital juga mengalami pertumbuhan dua digit di tahun 2021,” kata Jokowi, dikutip dari siaran pers di laman setkab.go.id.

Jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus meningkat juga tentunya akan semakin mendorong perkembangan bisnis berbasis digital di Tanah Air.

Dosen Praktisi Program Magister Unair dan HR Profesional Rovien Aryunia saat Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan, pandemi Covid-19 yang melanda lebih dari dua tahun telah memberikan ruang kesadaran baru betapa besarnya peluang bisnis daring (online) di Indonesia.

“Ditambah lagi kuatnya penetrasi pengguna internet di Tanah Air juga memupuk benih-benih usaha baru yang berbasiskan ekonomi digital,” ujarnya, dikutip Senin (4/7/2022).

Baca juga: Bermartabat di Dunia Digital

Data We Are Social mencatat saat ini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta di antaranya menggunakan media sosial. Dengan kata lain, pengguna internet mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia.

"Kita tertinggi lho ekonomi digitalnya se-Asean. Secara ekonomi di 2030 naik pesat, kalau di 2025 diperkirakan mencapai Rp1.178 triliun, di 2030 melesat menjadi Rp1.908 triliun. Indonesia akan memegang 40% ekonomi ruang digital se-Asia Tenggara, manfaatkan sebaik-baiknya!" tandasnya.

Namun, di luar dari potensi ekonomi digital yang ada, setiap orang tetap harus menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital. Pasalnya, ada konsekuensi yang harus ditanggung jika perilaku bermedia digital tak mengindahkan sopan santun.

Selain itu, etika diperlukan dengan sikap toleransi agar ekosistem digital tetap kondusif dan terhindar dari perpecahan. “Manfaatkan ruang digital dengan cara kreatif, produktif serta beretika,” tegas Rovien.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Situbondo yang digelar pada Senin (27/6) merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.



Selain Rovien Aryunia, webinar menghadirkan nara sumber lainnya yaitu Pengurus Relawan TIK Surabaya Esti Srijani dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas dr.Soetomo Cand Zulaikha.

Pada kesempatan tersebut, Esti Srijani menekankan tentang pentingnya cinta produk dalam negeri dengan cara membeli dan menggunakan produk lokal serta mempromosikannya baik secara daring maupun luring.

“Kita harus bangga bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang besar. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mempromosikan?” tukasnya.

Baca juga: UMKM Mapan Baru 3 Persen, Teten Masduki: Perlu Evolusi

Menurut dia, banyak sekali produk lokal termasuk karya UMKM yang bagus dan berkualitas, sehingga sangat layak dipromosikan ke mancanegara.

“Kita harus lebih gencar mempromosikan produk-produk Indonesia terutama dari UMKM karena UMKM berkontribusi banyak dalam menggerakkan ekonomi di Indonesia. Maka, kita harus bangga dan promosikan ke luar dan membelinya (produk UMKM lokal),” tuturnya.

Sebagai penutup, dia berpesan untuk memanfaatkan ruang digital secara positif. “Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak bertumbuh kembang, sekaligus tempat di mana kita sebagai bangsa, hadir dengan bermartabat,” pungkas Esti.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Astranauts 2026, Akselerasi...
Astranauts 2026, Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Perkuat Ekonomi
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved