Ekspor Batu Bara Rusia Sedang Membara Dibayangi Sanksi Uni Eropa

Jum'at, 08 Juli 2022 - 06:10 WIB
loading...
A A A
Pada awal Juni, ekspor batu bara Rusia ke Eropa turun menjadi 10 hingga 15% dari semua ekspor batu bara, dibandingkan dengan 30% sebelum perang, kata para eksekutif di penambang batu bara Rusia kepada Bloomberg.

Ekspor batu bara Rusia ke Eropa harus berhenti pada Agustus ketika Eropa harus meningkatkan pembelian dari Afrika Selatan, Australia, dan Kolombia untuk mendapatkan pasokan. Terutama jika akan menjalankan lebih banyak pembangkit listrik tenaga batu bara dalam upaya untuk menghemat gas yang bakal langka menjelang musim dingin.

Baca Juga: Batu Bara Indonesia Ketiban Berkah Perang Rusia-Ukraina

Eropa sendiri telah secara signifikan meningkatkan impor batu bara Afrika Selatan, dengan pembelian dari pusat ekspor batubara utama di Afrika Selatan melonjak sebesar 40% pada Januari-Mei 2022 dibandingkan dengan keseluruhan tahun 2021, menurut angka yang diperoleh Reuters pada bulan Juni.

"Dengan banyak importir saat ini tidak dapat atau tidak mau mengimpor batu bara dari Rusia karena sanksi atau karena perubahan sukarela pada campuran pasokan batubara mereka. Kumpulan importir yang semakin besar sekarang mencari untuk mengamankan batu bara dari produsen lain," ujar Toby Hassall, Analis Utama, Riset Pasar Batubara, di Refinitiv Commodities Research, mengatakan bulan lalu.

Sementara itu, batu bara Rusia —sama seperti minyak Rusia— menemukan pembeli yang bersedia di China dan India yang mendapat manfaat dari harga diskon.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
The Odyssey Guncang...
The Odyssey Guncang Box Office Global, Raup Rp4,3 Triliun di Pekan Perdana
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved