Mengungkap Fakta-fakta Perusahaan Barat di Lingkaran Sektor Migas Rusia

Jum'at, 08 Juli 2022 - 07:18 WIB
loading...
A A A
Perusahaan minyak dan gas Austria (OMVV.VI) meninggalkan investasi Nord Stream 2 dan mengatakan, pada bulan Mei bahwa mereka mungkin harus membuat keputusan lebih lanjut untuk meninggalkan ladang gas Yuzhno-Russkoye di Rusia. Dimana OMV tercatat memiliki 24,99% saham.

- SCHLUMBERGER

Perusahaan jasa kilang minyak AS (SLB. N) mengatakan, pihaknya menghentikan investasi baru dan penyebaran teknologi di Rusia. Pada Bulan April, SCHLUMBERGER membeberkan nilai aset bersihnya di Rusia mencapai sekitar USD800 juta pada 31 Maret.

- SHELL

Perusahaan minyak Inggris (SHEL. L), salah satu investor asing terbesar di Rusia telah menghapus aset miliknya di Negeri Beruang Meraj dengan nilai USD3, 9 miliar. Aset tersebut mencakup 27, 5% saham dalam proyek minyak dan gas Sakhalin-2 dan juga merupakan pendukung Nord Stream 2.

Shell sedang dalam tahap pembicaraan dengan konsorsium energi India untuk menjual sahamnya di Sakhalin-2, kata sumber pada Mei. Shell juga telah menjual bisnis ritel dan pelumas di Rusia, yang mencakup 411 stasiun ritel dan pabrik pencampuran pelumas Torzhok, ke Lukoil Rusia (LKOH. MM).

- TOTALENERGI

Perusahaan Prancis itu memegang 19,4% saham di Novatek Rusia (NVTK. MM) yakni Produsen LNG, 20% saham di Yamal LNG dan 10% kepemilikan di Arctic LNG 2, yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2023. Mereka juga memiliki saham 49% di Terneftegas dan mengakuisisi 10% di transhipment hub LNG di Murmansk dan Kamchatka.

TotalEnergies mengatakan, bakal keluar dari Rusia karena sanksi, yang telah menyebabkannya perusahaan mengalami penurunan nilai USD4,1 miliar. Tetapi TotalEnergies tidak bergabung dengan yang lain dalam mengumumkan divestasi.

- Uniper

Perusahaan energi Jerman (UN01.DE), yang satu ini merupakan salah satu pelanggan terbesar Gazprom (GAZP. MM) dari Eropa. Uniper mengatakan, pada 29 Juni bahwa mereka hanya menerima 40% dari volume gas yang disepakati secara kontraktual sejak 16 Juni dan telah memasuki pembicaraan bailout dengan pemerintah Jerman.

Uniper, di mana Fortum Finlandia memiliki 78% saham pengendali, memiliki eksposur USD1 miliar ke Nord Stream 2 dan lima pembangkit listrik di Rusia, dengan bersama-sama memasok sekitar 5% dari kebutuhan Rusia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved