Soal Investasi Telkomsel di GOTO, Tuduhan Rp600 Miliar Menguap Kurang Tepat

Selasa, 12 Juli 2022 - 19:22 WIB
loading...
A A A
Ia mengatakan berdasarkan laporan tersebut terlihat bahwa tidak ada pencatatan investasi yang aneh. Nilainya tetap sama, Rp2,1 triliun. Tidak ada Rp600 miliar yang raib, menguap atau tidak jelas.

“Hanya karena melihat pos penerimaan dari pihak ketiga, dan lupa sama pos liabilitas derivatif, lalu dimunculkan informasi Rp600 miliar menguap. Pemgungkapan secara akuntansi sudah sangat memadai, hanya kita perlu lebih teliti atau lebih jujur menyampaikannya pada publik,” tambah dia.

Informasi mengenai liabilitas derivatif sebesar Rp0,61 triliun, yang telah disesuaikan nilai wajarnya pada 31 Desember 2020, terdapat pada catatan No. 18 di halaman 5/84 di laporan keuangan GOTO tahun 2021 dan catatan No. 18 di laporan keuangan Juli 2021 halaman 623 pada prospektus GOTO.

Sementara itu, informasi mengenai pinjaman sebesar Rp1,49 triliun, terdapat pada catatan 20 B di halaman 5/95 di laporan keuangan GOTO tahun 2021 dan catatan 20 B pada laporan keuangan Juli 2021 di halaman 638 prospektus GOTO.

Pada kesempatan yang sama, pengamat pasar modal dan CEO Finsevol Consulting, Fendi Susiyanto menambahkan pencatatan yang terpisah pada dua pos yang berbeda ini dilakukan untuk mengikuti standar akuntansi yang berlaku umum, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 71 - Instrumen Keuangan, dikarenakan adanya opsi beli yang melekat pada pinjaman konversi dari Telkomsel.

“Tuduhan tendensius dan menyesatkan ini tidak perlu muncul apabila laporan keuangan dan prospektusnya dipelajari secara hati hati,” kata Fendy.

Baca juga: 3 Pertandingan Sepak Bola yang Diatur Mafia Bola

Secara umum ia menilai aksi korporasi Telkomsel berinvestasi di GOTO adalah keputusan tepat. Karena dalam dua tahun terakhir, industri telekomunikasi di dunia mengalami perlambatan pertumbuhan pendapatan, sehingga perlu berinvestasi ke perusahaan digital yang dapat menopang bisnis utamanya.
(uka)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1479 seconds (10.101#12.26)