5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Rabu, 13 Juli 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi realisasi belanja negara untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG), hingga April lalu mencapai Rp34,8 triliun. Jumlah ini lebih tinggi 50% jika dibandingkan periode sama pada 2021, yang mencapai Rp23,3 triliun.
Seperti diketahui, DPR RI telah menyetujui penambahan alokasi dan kompensasi untuk subsidi energi pada 2022. Rinciannya, Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG, serta Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik.
Sebelumnya Kementerian Keuangan telah memperkirakan bahwa belanja negara tahun ini akan membengkak Rp 392,3 triliun, seiring bertambahnya anggaran subsidi dan kompensasi energi.
4. Pertalite
Pada sektor Bahan Bakar Minyak (BBM), varian Pertalite dengan RON 90 juga mendapat subsidi pemerintah. Seperti yang diketahui, sebelumnya harga minyak dunia tengah meroket. Namun harga BBM di Indonesia khususnya Pertalite masih jauh di bawah harga keekonomiannya.
Harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) per Juni menyentuh angka USD 117,62 per barel, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.
Saat ini, harga jual Pertalite masih tetap di angka Rp 7.650 per liter. Sedangkan harga pasarnya sebenarnya mencapai Rp 17.200. Jadi untuk setiap liter Pertalite yang dibayar masyarakat, Pemerintah mensubsidi Rp 9.550 per liter.
5. KPR
Pemerintah Indonesia juga memiliki program subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dikutip dari laman Pembiayaan PU, KPR bersubsidi merupakan pembiayaan atau kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan atau kemudahan dari pemerintah berupa dana murah jangka panjang. Nantinya, subsidi akan diterbitkan oleh Bank Pelaksana yang sudah ditentukan.
Bank pelaksana ini adalah bank umum termasuk unit syariah. Namun, dengan catatan bank tersebut telah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rangka penyaluran kemudahan atau bantuan perolehan rumah bagi MBR.
Seperti diketahui, DPR RI telah menyetujui penambahan alokasi dan kompensasi untuk subsidi energi pada 2022. Rinciannya, Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG, serta Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik.
Sebelumnya Kementerian Keuangan telah memperkirakan bahwa belanja negara tahun ini akan membengkak Rp 392,3 triliun, seiring bertambahnya anggaran subsidi dan kompensasi energi.
4. Pertalite
Pada sektor Bahan Bakar Minyak (BBM), varian Pertalite dengan RON 90 juga mendapat subsidi pemerintah. Seperti yang diketahui, sebelumnya harga minyak dunia tengah meroket. Namun harga BBM di Indonesia khususnya Pertalite masih jauh di bawah harga keekonomiannya.
Harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) per Juni menyentuh angka USD 117,62 per barel, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.
Saat ini, harga jual Pertalite masih tetap di angka Rp 7.650 per liter. Sedangkan harga pasarnya sebenarnya mencapai Rp 17.200. Jadi untuk setiap liter Pertalite yang dibayar masyarakat, Pemerintah mensubsidi Rp 9.550 per liter.
5. KPR
Pemerintah Indonesia juga memiliki program subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dikutip dari laman Pembiayaan PU, KPR bersubsidi merupakan pembiayaan atau kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan atau kemudahan dari pemerintah berupa dana murah jangka panjang. Nantinya, subsidi akan diterbitkan oleh Bank Pelaksana yang sudah ditentukan.
Bank pelaksana ini adalah bank umum termasuk unit syariah. Namun, dengan catatan bank tersebut telah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rangka penyaluran kemudahan atau bantuan perolehan rumah bagi MBR.
(akr)
Lihat Juga :