ITBK Gelar Kuliah Umum, Ajak Anak Muda Lebarkan Bisnis ke Luar Negeri

Jum'at, 15 Juli 2022 - 06:43 WIB
loading...
ITBK Gelar Kuliah Umum,...
Kuliah Umum bertema Mahasiswa Bisa Ekspor, di Bikin Bikin Creative Hub Nipah Mall, Rabu (13/7/2022). Foto/Istimewa
A A A
MAKASSAR - Program Studi (Prodi) Kewirausahaan, Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITBK) menyelenggarakan kuliah umum. Harapannya, dapat membuka wawasan mahasiswa sehingga mampu menjalankan bisnis hingga keluar negeri.

Sebanyak 57 Mahasiswa dari berbagai program studi turut hadir dalam kegiatan yang mengangkat tema 'Mahasiswa Bisa Ekspor', di Bikin Bikin Creative Hub Nipah Mall, Rabu (13/7/2022).

CEO PT Bumi Runut yang juga Eksportir Muda asal Sulawesi Selatan, Dinda Resky Jannatul selaku pembicara mengatakan, tidak ada batasan umur dan waktu dalam memulai bisnis ekspor , melainkan produk knowledge tentang bisnis yang akan di kirim ke luar negeri.

Baca Juga: Harga CPO Kian Melorot 6 Persen Lebih, Ternyata Ini Sebabnya

“Pada saat saya memulai, tentunya hal yang paling pertama saya lakukan adalah melakukan riset tentang produk yang akan saya jual. Karena dalam bisnis ekspor , pembeli akan menanyakan banyak hal tentang produk kita,” ucapnya.

Sebagai perusahaan yang melalukan proses ekspor ke beberapa negara dengan produk kelapa dan turunannya, Dinda banyak menyinggung mengenai realitas ekspor serta peluang bagi anak muda untuk berkecimpung di dunia ekspor sejak dini.

Dia menilai, Sulsel memiliki peluang besar untuk aktivitas ekspor dengan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki.

“Peluang ekspor di daerah Sulawesi Selatan masih sangat besar, mahasiswa Kalla Institute bisa memulai dari melihat potensi sumber daya yang ada di daerahnya masing-masing,” terangnya.

Meski ekspor menarik dan memberikan kekayaan melimpah, Dinda juga memberikan arahan tekait beberapa barang yang bisa ekspor, dibatasi, maupun barang-barang yang dilarang untuk ekspor. Agar membuka ruang bagi mahasiswa menghadirkan produk yang layak ekspor.

Ketua Panitia sekaligus Dosen Program Studi Kewirausahaan, Taufan Gunawan mengatakan, untuk era modern saat ini, eksportir menjadi salah satu orientasi karir yang menantang untuk generasi muda.

Eksportir muda perlu memiliki komitmen, keterampilan yang mumpuni, dan menguasai teknologi digital di era perdagangan yang serba online guna mendukung layanan ekspor mereka.

“Program Mahasiswa Bisa Ekspor yang diadakan oleh Prodi Kewirausahaan Kalla Institute merupakan jembatan bagi mahasiswa untuk menjadi eksportir muda dengan menggabungkan pengetahuan bisnis, pengalaman serta teknologi yang didapatkan di materi kuliah," ucap Taufan.

Baca Juga: Ditumbuk atau Tidak, Ekspor Lada Hitam Tetap Meningkat

Salah satu mahasiswa prodi kewirausahaan yang juga peserta kuliah umum, Yoga mengatakan materi tentang ekspor memang sangat mereka butuhkan melihat pemahaman terkait aktivitas ekspor bagi para pengusaha muda masih terbilang cukup minim.

“Kami tentu sangat senang dengan adanya kuliah umum seperti ini. Karena saya dan kedua teman dalam bulan ini akan menjalankan pabrik kami yang berlokasi di daerah Maros. Dan tentunya produk yang kami produksi akan kami ekspor, namun terkendala beberapa hal termasuk pembeli yang ada di luar negeri," katanya.

"Tapi Alhamdulillah berkat kuliah tamu ini, kami jadi tau tentang membangun jaringan diluar negeri dan membangun kepercayaan kepada buyer," sambung dia.

Selain mahasiswa, turut hadir calon mahasiswa baru angkatan 2022 yang menjadi peserta dalam kegiatan itu. Tujuannya untuk memberikan gambaran awal tentang atmosfir belajar bisnis yang ada di Kalla Institute.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Berita Terkini
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Infografis
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved