IPCC Optimis Bisnis Terminal Kendaraan Datangkan Cuan Besar

Sabtu, 16 Juli 2022 - 11:44 WIB
loading...
A A A
Data dari emiten berkode IPCC ini, selama empat bulan terakhir paska pandemi ini, tercatat lebih 90.000 mobil CBU telah dilakukan aktivitas bongkar muat di Terminal Domestik IPCC Terminal Kendaraan Tanjung Priok, meningkat 55% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY).

Sedang alat berat, tercatat lebih dari 30.000 unit atau meningkat 352% (YoY). Dan General Cargo turun 40,60%. Lonjakan aktivitas juga terjadi di Terminal Internasional, untuk ekspor dan impor mobil CBU, General Cargo dan alat berat.

Menempati lahan lebih dari 30 hektare di kompleks pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terminal kendaraan IPCC menyediakan fasilitas bongkar muat kendaraan dan terminal buat penyimpanan sementara yang mampu menampung lebih 1 juta kendaraan. Sekitar 5 hektare diantaranya untuk melayani tujuan domestik yang mampu menampung lebih 400 ribu kendaraan.

Baca Juga: Rusia Respons Keras Ancaman Calon Perdana Menteri Inggris Liz Truss

"Semua jenis kendaraan yang bergerak menggunakan roda, bisa kami tangani layanan bongkar muatnya di terminal kendaraan IPCC. Letak pelabuhan kami juga sangat strategis, karena kami terhubung langsung dengan jalan tol. Sehingga semua truk tronton bisa masuk atau keluar area pelabuhan dengan lancar. Dan layanan 24 jam, 7 hari setiap pekan. Jadi kapan pun pelanggan datang, pasti kami layani dengan baik. Semua prosedur dan peralatan bongkar muat kami juga sudah sekelas dengan terminal-terminal kendaraan lain di dunia dan terakreditasi," tandasnya.

Rio juga menyampaikan kepada para investor yang telah berinvestasi pada saham IPCC, bahwa sudah menjadi tugasnya untuk dapat menjaga kondisi fundamental perusahaan yang diharapkan ke depannya dapat meningkatkan valuasi saham IPCC. Pengenalan dan persepsi positif kepada masyarakat juga terus dilakukan agar saham IPCC dapat dikenal lebih luas sehingga menjadi pilihan saham untuk berinvestasi.

"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan serta loyalitas dari pemegang saham, investor, untuk tetap berinvestasi pada saham perseroan," pungkasnya.
(fai)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1085 seconds (10.55#12.26)