Jelang Sanksi Penuh, Pemilik Kapal Tanker Eropa Kebut Angkut Minyak Rusia

Senin, 18 Juli 2022 - 13:55 WIB
loading...
A A A
Pemilik kapal tanker asal Eropa mengatakan sanksi itu mungkin akan membuat mereka terkulai sebentar sekitar pertiga dari armada mereka. Namun permintaan minyak dunia yang kuat akan membuat kapal-kapal ini dipindahkan sekali lagi.

"Tidak ada yang bisa mengatakan apa yang akan terjadi pada pasar kapal tanker begitu sanksi dimulai, tetapi pada akhirnya, itu mungkin masih positif karena permintaan minyak tinggi. Kapal-kapal itu kemungkinan akan dikerahkan untuk mengambil minyak dari tujuan lain seperti AS dan Timur Tengah," sebut kepala sebuah perusahaan transportasi Yunani yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

"Mereka akan menempuh jarak yang lebih jauh yang berarti mereka akan menghasilkan lebih banyak uang," bebernya.

Sekitar 80% ekspor minyak Rusia semenjak invasi Ukraina telah dikirim ke berbagai negara maju seperti UE, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan. Pengiriman Rusia ke Eropa Barat telah turun dua pertiga akibat pertempuran menjadi 400.000 barel per hari, menurut pemasok informasi Kpler.

Sementara itu Penyuling menghasilkan pendapatan besar usai berbelanja minyak mentah Rusia dengan harga diskon dan mengubahnya menjadi barang dagangan yang dapat dibeli dengan biaya lebih besar. Pengurangan tersebut sangat menarik bagi penyulingan di China, importir minyak terbesar di dunia.

Brent —patokan minyak mentah di seluruh dunia— sempat turun di bawah USD95 per barel minggu sebelumnya, karena harapan Arab Saudi bakal meningkatkan output. Namun memantul lagi ke posisi USD101 pada hari Jumat.

Otoritas Barat mulai gencar menghentikan kargo Rusia seperti yang diperlihatkan pada bulan terakhir ketika petugas bea cukai AS menghentikan sebuah kapal yang dioperasikan oleh satu perusahaan Yunani, TMS Tankers setelah melakukan perjalanan dari Rusia ke Louisiana dengan muatan minyak mentah dan bensin.

Larangan asuransi dan reasuransi Uni Eropa, yang mencakup semua transportasi laut minyak Rusia, muncul saat Moskow berupaya meningkatkan penjualan ke China dan India untuk membantu mengimbangi embargo.

Para analis mengatakan, larangan UE untuk mengasuransikan kapal ini berpotensi merugikan Rusia, lebih dari embargonya terhadap minyak mentah negara itu. Perusahaan tidak akan lagi diizinkan untuk mengangkut minyak dari Rusia melalui laut, atau untuk mengasuransikan pengiriman tersebut.

Perusahaan asuransi UE memiliki waktu hingga akhir tahun ini untuk menerapkan larangan tersebut, sementara di Inggris diharapkan akan mengikuti larangan tersebut.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1837 seconds (10.55#12.26)