Petani Sawit Bisa Go Ekspor Lewat Digitalisasi dan Pengembangan UMKM
Kamis, 21 Juli 2022 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
VP Fungsional Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Maryani Sasdwiyanti menyampaikan bahwa LPEI memberikan layanan finansial seperti pembiayaan konvensional, syariah, trade finance, penjaminan, dan asuransi serta non-finansial berupa jasa konsultasi kepada pelaku ekspor UMKM, termasuk untuk sektor sawit. Berdasarkan data diketahui bahwa per 31 Maret 2022, penyaluran pembiayaan ekspor terbesar diberikan terhadap sektor perkebunan/perdagangan sawit yakni sebesar Rp12,34 triliun.
Baca Juga: Ragam Manfaat Limbah Sawit yang Jarang Diketahui
Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pengkajian Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI Tony Susanto menyampaikan masih ada peluang atau gap yang cukup lebar karena kami saat ini ditargetkan 40 persen untuk pemberian pembiayaan kepada koperasi sektor riil, termasuk sawit. Lebih lanjut, koperasi atau pelaku UMKM sawit yang ingin mengajukan pinjaman atau pembiayaan kepada LPDB bisa dilakukan dengan 2 cara yakni dengan mengirimkan proposal hardcopy ke kantor LPDB KUMKM atau melalui dokumen elektronik yang bisa di akses di website resmi LPDB. "Sejak tahun 2020, pemohon pembiayaan kepada LPDB KUMKM harus berbentuk badan hukum Koperasi," jelasnya.
CEO & Founder Ekspor.id Choirul Amin menyampaikan, ekspor kelapa sawit dalam bentuk pengembangan inovasi-inovasi produk turunan sawit sangat potensial dan realistis di Indonesia. "Untuk mencari buyer atau menemukan pasar ekspor terdapat tiga strategi utama yang dapat dilakukan, yakni market research social media atau marketplace melalui akses-akses pasar yang dibuka government dan pengembangan website produk," pungkasnya.
Baca Juga: Ragam Manfaat Limbah Sawit yang Jarang Diketahui
Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pengkajian Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI Tony Susanto menyampaikan masih ada peluang atau gap yang cukup lebar karena kami saat ini ditargetkan 40 persen untuk pemberian pembiayaan kepada koperasi sektor riil, termasuk sawit. Lebih lanjut, koperasi atau pelaku UMKM sawit yang ingin mengajukan pinjaman atau pembiayaan kepada LPDB bisa dilakukan dengan 2 cara yakni dengan mengirimkan proposal hardcopy ke kantor LPDB KUMKM atau melalui dokumen elektronik yang bisa di akses di website resmi LPDB. "Sejak tahun 2020, pemohon pembiayaan kepada LPDB KUMKM harus berbentuk badan hukum Koperasi," jelasnya.
CEO & Founder Ekspor.id Choirul Amin menyampaikan, ekspor kelapa sawit dalam bentuk pengembangan inovasi-inovasi produk turunan sawit sangat potensial dan realistis di Indonesia. "Untuk mencari buyer atau menemukan pasar ekspor terdapat tiga strategi utama yang dapat dilakukan, yakni market research social media atau marketplace melalui akses-akses pasar yang dibuka government dan pengembangan website produk," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :