Dampak Wabah Covid-19, Solusi Global Diperlukan Atasi Krisis 2020
Senin, 27 April 2020 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Analisis Pasar Saham Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan menambahkan, krisis ekonomi 2020 berdampak negatif pada penurunan pada IHSG (Indeks Harga saham gabungan) dimana pada bulan Maret terkoreksi hingga 38%. Namun koreksi hingga 38% ini akan mengalami pemulihan jika solusi global bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia.
Menurut Alfred, yang menjadi perhatian para investor di pasar saham saat ini adalah seberapa lama pandemi Covid-19 akan selesai dan berapa lama durasinya. "Jika kepastian ini belum ada, kemungkinan pasar terkoreksi lebih dalam dibandingkan krisis ekonomi 1997-1998 akan terjadi," imbuhnya.
Pemulihan harga saham BUMN dengan emiten non BUMN antara krisis ekonomi 1997-1998 dengan krisis ekonomi 2020 sangat berbeda. Pada krisis 1997-1998, saham saham BUMN lebih cepat pulih dan saham saham BUMN menjadi motor penggerak pemulihan IHSG.
Sedangkan pada krisis ekonomi 2020 pemulihan saham-saham BUMN lebih lambat dibandingkan dengan emiten emiten non BUMN. Saat ini kapitalisasi saham saham BUMN turun hingga 37,8% akibat pandemi Covid-19.
Adapun buy back (pembelian kembali) saham-saham yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga namun tidak akan mendorong kenaikan saham saham emiten non BUMN jika kondisi pasar saham belum membaik. "Kecenderungannya pasar akan menuju tren positif jika tidak ada gelombang kedua wabah Covid-18," katanya. (Kunthi Farmas Sandy)
Menurut Alfred, yang menjadi perhatian para investor di pasar saham saat ini adalah seberapa lama pandemi Covid-19 akan selesai dan berapa lama durasinya. "Jika kepastian ini belum ada, kemungkinan pasar terkoreksi lebih dalam dibandingkan krisis ekonomi 1997-1998 akan terjadi," imbuhnya.
Pemulihan harga saham BUMN dengan emiten non BUMN antara krisis ekonomi 1997-1998 dengan krisis ekonomi 2020 sangat berbeda. Pada krisis 1997-1998, saham saham BUMN lebih cepat pulih dan saham saham BUMN menjadi motor penggerak pemulihan IHSG.
Sedangkan pada krisis ekonomi 2020 pemulihan saham-saham BUMN lebih lambat dibandingkan dengan emiten emiten non BUMN. Saat ini kapitalisasi saham saham BUMN turun hingga 37,8% akibat pandemi Covid-19.
Adapun buy back (pembelian kembali) saham-saham yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga namun tidak akan mendorong kenaikan saham saham emiten non BUMN jika kondisi pasar saham belum membaik. "Kecenderungannya pasar akan menuju tren positif jika tidak ada gelombang kedua wabah Covid-18," katanya. (Kunthi Farmas Sandy)
(ysw)
Lihat Juga :