Dari Nanas hingga Jet Tempur, Ini Sederet Oleh-oleh Jokowi dari 3 Negara Asia Timur
Sabtu, 30 Juli 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Kelima, pertemuan Indonesia dengan Jepang juga membahas mengenai isu kawasan dan dunia. Retno mengatakan, Jepang menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Indonesia di kawasan. Jepang juga meyakini Indonesia mampu menjalankan kepemimpinan di ASEAN tahun depan.
"Dan Jepang juga sangat menghargai kepemimpinan Indonesia di G20. Perdana Menteri Jepang menyampaikan selamat atas keberhasilan Indonesia menyelenggarakan beberapa kali pertemuan. Termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan dengan hasil sangat baik," tutur Retno.
Setelah mengunjungi Jepang, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan (Korsel) pada Kamis, 28 Juli 2022. Di Negeri K-Pop, Jokowi bertemu dengan Presiden Yoon Suk Yeol.
Usai pertemuan tersebut, Yoon menegaskan kedua negara bertekad melanjutkan kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae.
Namun, Jokowi tak menyinggung sama sekali soal KF-21, jet buatan Korsel yang dalam produksinya bekerja sama dengan Indonesia.
Baca juga: Jumpa Presiden Jokowi di Korea Selatan, Shin Tae-yong Curhat Soal Sepak Bola
Selain itu, Jokowi dan Yoon menandatangani amendemen nota kesepahaman (MoU) terkait pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jokowi menyatakan Indonesia dan Korsel telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara. Beberapa kerja sama tersebut yakni sistem penyediaan air minum dan pembangunan capacity building.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa Korsel memberikan hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik. Korsel juga sepakat membantu pembangunan instalasi pengolahan limbah cair di IKN Nusantara.
Adapun, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu, mengatakan Hyundai Motor Group tertarik untuk berinvestasi di calon Ibu Kota baru RI tersebut. Hyundai juga berencana melakukan ekspansi mobil listrik dan RnD di Indonesia.
Kementerian Investasi RI juga menandatangani MoU dengan perusahaan pembuat besi Korsel, Posco. Bahlil mengklaim Posco berminat untuk berinvestasi di IKN.
"Nilai keseluruhan investasi mencapai USD6,37 miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja” tutur Presiden.
"Dan Jepang juga sangat menghargai kepemimpinan Indonesia di G20. Perdana Menteri Jepang menyampaikan selamat atas keberhasilan Indonesia menyelenggarakan beberapa kali pertemuan. Termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan dengan hasil sangat baik," tutur Retno.
Setelah mengunjungi Jepang, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan (Korsel) pada Kamis, 28 Juli 2022. Di Negeri K-Pop, Jokowi bertemu dengan Presiden Yoon Suk Yeol.
Usai pertemuan tersebut, Yoon menegaskan kedua negara bertekad melanjutkan kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae.
Namun, Jokowi tak menyinggung sama sekali soal KF-21, jet buatan Korsel yang dalam produksinya bekerja sama dengan Indonesia.
Baca juga: Jumpa Presiden Jokowi di Korea Selatan, Shin Tae-yong Curhat Soal Sepak Bola
Selain itu, Jokowi dan Yoon menandatangani amendemen nota kesepahaman (MoU) terkait pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jokowi menyatakan Indonesia dan Korsel telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara. Beberapa kerja sama tersebut yakni sistem penyediaan air minum dan pembangunan capacity building.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa Korsel memberikan hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik. Korsel juga sepakat membantu pembangunan instalasi pengolahan limbah cair di IKN Nusantara.
Adapun, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu, mengatakan Hyundai Motor Group tertarik untuk berinvestasi di calon Ibu Kota baru RI tersebut. Hyundai juga berencana melakukan ekspansi mobil listrik dan RnD di Indonesia.
Kementerian Investasi RI juga menandatangani MoU dengan perusahaan pembuat besi Korsel, Posco. Bahlil mengklaim Posco berminat untuk berinvestasi di IKN.
"Nilai keseluruhan investasi mencapai USD6,37 miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja” tutur Presiden.
(ind)
Lihat Juga :