Dari Nanas hingga Jet Tempur, Ini Sederet Oleh-oleh Jokowi dari 3 Negara Asia Timur
Sabtu, 30 Juli 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Jokowi sempat meminta Jepang untuk mendukung penurunan tarif beberapa produk ekspor RI, seperti tuna, pisang, nanas. Jokowi juga meminta akses pasar untuk produk mangga dari Indonesia.
Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia.
Beberapa proyek itu antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, pun perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban.
Baca juga: Oleh-oleh dari Jepang, Indonesia Bawa Komitmen Investasi Rp78 Triliun
Kedua negara membahas kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral.
"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ungkap Jokowi, usai beberapa acara pertemuan tersebut.
Adapun, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang Jokowi banyak membahas isu ekonomi.
Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia. Seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga.
"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan non tarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi. Antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," kata Retno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pasalnya, kata dia, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7%. Kemudian ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10%-20%.
Selanjutnya di bidang investasi, Jokowi meminta adanya kelanjutan kerjasama investasi antara Indonesia-Jepang. Selain itu proyek-proyek kerja sama dengan Jepang dapat diselesaikan tepat waktu dan kompetitif. Di bidang investasi, di antaranya Indonesia mampu membawa komitmen investasi USD5,2 miliar dari Jepang.
Ketiga, Indonesia berharap apabila protokol Indonesian-Japan Economic Partnersip agreement (IJEPA) dapat ditandatangani saat G20 November mendatang, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan.
Keempat, kerjasama di bidang maritim telah disepakati kerjasama antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Coast Guard.
Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia.
Beberapa proyek itu antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, pun perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban.
Baca juga: Oleh-oleh dari Jepang, Indonesia Bawa Komitmen Investasi Rp78 Triliun
Kedua negara membahas kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral.
"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ungkap Jokowi, usai beberapa acara pertemuan tersebut.
Adapun, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang Jokowi banyak membahas isu ekonomi.
Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia. Seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga.
"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan non tarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi. Antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," kata Retno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pasalnya, kata dia, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7%. Kemudian ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10%-20%.
Selanjutnya di bidang investasi, Jokowi meminta adanya kelanjutan kerjasama investasi antara Indonesia-Jepang. Selain itu proyek-proyek kerja sama dengan Jepang dapat diselesaikan tepat waktu dan kompetitif. Di bidang investasi, di antaranya Indonesia mampu membawa komitmen investasi USD5,2 miliar dari Jepang.
Ketiga, Indonesia berharap apabila protokol Indonesian-Japan Economic Partnersip agreement (IJEPA) dapat ditandatangani saat G20 November mendatang, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan.
Keempat, kerjasama di bidang maritim telah disepakati kerjasama antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Coast Guard.
Lihat Juga :