Dari Warung Kelontong hingga Konglomerasi, Perusahaan Keluarga Sumbang 80% ke PDB Indonesia

Sabtu, 30 Juli 2022 - 23:39 WIB
loading...
Dari Warung Kelontong...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perusahaan keluarga memiliki peran besar terhadap perekonomian, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Perusahaan keluarga juga berperan penting dalam membantu pemerintah untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.

CEO PT Algas Mitra Sejati EPC dan Oil Gas Trading Company Alhadiid mengatakan bahwa perusahaan yang dikelola oleh keluarga merupakan penggerak dari perekonomian di Indonesia.

"Hampir 80% PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia itu merupakan kontribusi dari perusahaan keluarga," kata Alhadiid dalam webinar Wedangan IKA UNS, Sabtu (30/7/2022).

Dia mengatakan, perusahaan keluarga yang dimaksud termasuk warung kelontong yang memiliki skala kecil hingga skala besar seperti konglomerasi.



Bisnis perusahaan keluarga dapat melahirkan usaha-usaha jenis baru seperti perusahaan startup yang sumber modalnya berawal dari perusahaan keluarga.

Saat ini bisnis rintisan atau startup tumbuh bak jamur di musim hujan. Maraknya bisnis startup saat ini pun tak lepas dari peran perusahaan keluarga. Menurut Alhadiid, sekitar 85% startup ternyata mendapatkan modal pertamanya dari bisnis keluarga.

"Menariknya, family own business ini bisa melahirkan usaha-usaha baru seperti startup, itu 85%-nya ternyata mendapatkan modal pertamanya itu dari perusahaan sebelumnya, perusahaan keluarganya," ungkapnya.

"Jadi, sebelum dia disuntik oleh pemodal besar dia awalnya itu pasti dari modal usaha keluarga dulu," tambah Alhadiid.

Baca juga: Daftar Startup Buatan Elon Musk yang Bikin Dirinya Kaya Raya

Berdasarkan data yang dihimpun, sambung dia, perusahaan keluarga sangat berperan dalam perekonomian dunia, di mana 80% PDB negara-negara di dunia ternyata berasal dari perusahaan keluarga.

Lalu, dari seluruh perusahaan yang ada di dunia, 60%-nya masih dimiliki oleh keluarga. Mereka ini memainkan peran penting, karena rata-rata perusahaan keluarga mampu membukukan pendapatan USD1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun jika memakai kurs saat ini.

Baca juga: Intip Bisnis Keluarga Kerajaan Arab Saudi di Penjuru Dunia

Kini, sejumlah bisnis rintisan telah berkembang menjadi Unicorn dan bahkan Decacorn. Kehadiran startup tersebut diharapkan mampu menginspirasi banyak perusahaan, termasuk perusahaan keluarga, untuk menjadikan krisis justru sebagai peluang bisnis baru.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tekanan Fiskal Meningkat,...
Tekanan Fiskal Meningkat, IMF Wanti-wanti Ledakan Utang Publik Global
Defisit APBN Maret 2026...
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240,1 Triliun, 0,93% dari PDB
Rasio Utang Indonesia...
Rasio Utang Indonesia Tembus 40,46% dari PDB, Purbaya: Masih Aman
Kinerja Pertanian Melesat,...
Kinerja Pertanian Melesat, Sumbang 13,83% ke PDB RI
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun, Terbesar dari Pinjaman Luar Negeri
LPPI Soroti Rendahnya...
LPPI Soroti Rendahnya Rasio Pajak Indonesia, Hanya 12% dari PDB
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rule Versus Diskresi
Rule Versus Diskresi
Rekomendasi
Jepang Tahan Swedia...
Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos ke 32 Besar dan Siap Tantang Brasil
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Berita Terkini
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved