Salah Satu Orang Terkaya Ukraina Jadi Korban Pertempuran di Mykolaiv

Senin, 01 Agustus 2022 - 06:11 WIB
loading...
Salah Satu Orang Terkaya...
Salah satu pengusaha terkaya Ukraina, Oleksiy Vadatursky tewas bersama istrinya dalam pertempuran besar-besaran di Kota Mykolaiv Selatan usai Rusia secara intens melakukan serangan militer. Foto/Dok
A A A
MYKOLAIV - Salah satu orangterkaya Ukraina tewas bersama istrinya dalam pertempuran besar-besaran di Kota Mykolaiv Selatan usai Rusia secara intens melakukan serangan militer. Pejabat setempat mengatakan, Oleksiy Vadatursky (74 tahun) dan istrinya, Raisa tewas ketika sebuah rudal menghantam rumah mereka semalaman.

Baca Juga: Rugi Besar karena Perang, Orang Terkaya Ukraina Akan Tuntut Rusia

Vadatursky merupakan Taipan pemilik Nibulon, sebuah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan ekspor biji-bijian. Dia juga telah menerima penghargaan sebagai "Pahlawan Ukraina". Kekayaan Oleksiy Vadatursky diperkirakan bernilai USD450 juta, menurut Forbes pada tahun 2020.

Wali kota Mykolaiv, Oleksandr Senkevych mengutarakan, pemboman Rusia itu menjadi salah satu yang terberat di kota Mykolaiv sejauh ini. Terjadi kerusakan pada sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah stasiun layanan, serta satu rumah.

Mykolaiv sendiri berada di rute utama ke Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, dan telah berulang kali menjadi sasaran serangan sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari, silam.

Pemimpin kawasan itu, Vitaliy Kim mengatakan "kontribusi Vadatursky terhadap pengembangan industri pertanian dan pembuatan kapal, serta pengembangan kawasan ini sangat berharga".

Baca Juga: Orang Terkaya Ukraina Janji Bangun Kembali Mariupol yang Hancur Diinvasi Rusia

Sementara itu seorang penasihat kantor Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengutarakan, dia yakin Rusia sengaja menargetkan pengusaha itu. Mykhailo Podolyak mengatakan, salah satu rudal menghantam kamar tidur pengusaha terkaya Ukraina itu.

Menurutnya tidak ada keraguan bila serangan tersebut, memang sudah direncanakan sebelumnya. Sementara itu Nibulon diketahui telah membangun banyak fasilitas penyimpanan dan infrastruktur lainnya untuk mengekspor biji-bijian.

Ukraina dan Rusia seperti diketahui merupakan pengekspor utama gandum dan biji-bijian, namun ekspor terganggu akibat perang untuk membuat harga makanan melonjak di seluruh dunia.

Namun ada angin segar setelah kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi PBB di Turki pada pekan lalu, bertujuan untuk meredakan krisis pangan. Kesepakatan itu hampir tergelincir oleh serangan Rusia di pelabuhan Odesa pada hari berikutnya.

Dimulainya kembali ekspor Ukraina sempat tertunda oleh pemeriksaan keamanan. Tetapi pada hari Minggu, Turki mengatakan, kapal pertama yang membawa biji-bijian diperkirakan akan meninggalkan Odesa pada Senin pagi.

Belakangan Ukraina menuduh pasukan Rusia mencuri biji-bijian dari pertanian di tanah pendudukan dan mengekspornya melalui Krimea - semenanjung selatan Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014. Namun Rusia membantah tudingan Ukraina itu.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Berita Terkini
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved