Perang Rusia-Ukraina Berimbas ke Market PT SGS, 2.700 Tenaga Kerja Dirumahkan
Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:32 WIB
loading...
Situasi dalam perusahaan PT SGS yang diabadikan beberapa waktu lalu sebelum karyawan di rumahkan. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Perang Rusia dan Ukraina ternyata berdampak cukup luas terhadap aktivitas eskpor impor produk Indonesia ke luar negeri.
Ekspor kayu lapis jenis tripleks oleh PT Sumber Graha Sejahtera (Sampoerna Group) yang market pasarnya mayoritas ke Amerika mulai terganggu.
Baca juga:Pabrik Tripleks di Luwu Rumahkan 700 Tenaga Borongan
Akibatnya, 2.700 karyawan organik atau karyawan tetap dan tenaga kerja kontrak atau tenaga outsourcing, harus dirumahkan untuk sementara waktu.
Humas PT SGS, Ikhsan Arifin, menyebutkan, market penjualan mereka selama ini 78 persen ke Amerika. Namun saat ini terganggu akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina.
"Market PT SGS 78 persen ke Amareika dan ini yang bermasalah akibat perang Rusia dan Ukraina. Sejak perang ini berlangsung bukan kali ini saja karyawan diliburkan," sebutnya.
Ikhsan Arifin hawatir, jika perang dua negara tersebut terus berlanjut akan berakibat buruk terhadap perusahaan mereka. Sementara market pasar dalam negeri kurang sesuai harga yang mereka berikan dengan kualitas produk PT SGS saat ini jauh di atas produksi lainnya.
Ekspor kayu lapis jenis tripleks oleh PT Sumber Graha Sejahtera (Sampoerna Group) yang market pasarnya mayoritas ke Amerika mulai terganggu.
Baca juga:Pabrik Tripleks di Luwu Rumahkan 700 Tenaga Borongan
Akibatnya, 2.700 karyawan organik atau karyawan tetap dan tenaga kerja kontrak atau tenaga outsourcing, harus dirumahkan untuk sementara waktu.
Humas PT SGS, Ikhsan Arifin, menyebutkan, market penjualan mereka selama ini 78 persen ke Amerika. Namun saat ini terganggu akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina.
"Market PT SGS 78 persen ke Amareika dan ini yang bermasalah akibat perang Rusia dan Ukraina. Sejak perang ini berlangsung bukan kali ini saja karyawan diliburkan," sebutnya.
Ikhsan Arifin hawatir, jika perang dua negara tersebut terus berlanjut akan berakibat buruk terhadap perusahaan mereka. Sementara market pasar dalam negeri kurang sesuai harga yang mereka berikan dengan kualitas produk PT SGS saat ini jauh di atas produksi lainnya.
Lihat Juga :