alexametrics

Bank Himbara Kantongi Rp30 T, OJK Minta Segera Susun Rencana Penyaluran Kredit

loading...
Bank Himbara Kantongi Rp30 T, OJK Minta Segera Susun Rencana Penyaluran Kredit
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta kepada bank-bankHimbara) yang mendapatkan dana penempatan pemerintah sebesar Rp30 triliun untuk segera menyusun rencana bisnis penyaluran kredit secara detail. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta kepada bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) yang mendapatkan dana penempatan pemerintah sebesar Rp30 triliun untuk segera menyusun rencana bisnis penyaluran kredit secara detail, dari sektoral hingga per klaster. Hal ini sebagai upaya mendukung dan mempercepat proses pemulihan kondisi perekonomian nasional.

(Baca Juga: Titip Rp30 Triliun, Sri Mulyani Minta Bank BUMN Genjot Kredit 3 Kali Lipat)

"Jika itu ke UMKM, akan kami monitor secara khusus dan akan kami lakukan rapat koordinasi yang kemudian akan kami sampaikan ke Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) dan Pak Gubernur (BI Perry Warjiyo) dalam KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). Ini monitoring business plan (rencana bisnis) perbankan dalam rangka recovery," ujar Wimboh di Jakarta, Senin (29/6/2020).



Lebih lanjut Ia berharap penempatan dana sebanyak Rp30 triliun oleh pemerintah di Himbara dapat mendukung dan mempercepat proses pemulihan kondisi perekonomian nasional. "Dana Rp30 triliun yang ditempatkan di bank Himbara ini bentuk perhatian dan dorongan di perbankan untuk lebih agresif dalam mempercepat proses pemberian kredit untuk mendukung recovery (pemulihan) ekonomi," katanya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Memperpanjang Jangka Waktu Penempatan Dana ke Himbara)

Dia menekankan agar dana yang disalurkan perbankan bisa benar-benar efektif dalam meningkatkan pendapatan perusahaan yang terdampak covid-19. Dalam hal ini Wimboh mewanti-wanti potensi terjadinya peningkatan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Sebab masih ada sektor yang masih terdampak pandemi covid-19 yang belum bisa memperoleh pendapatan tetap seperti pariwisata dan perhotelan.

"Jika dilihat, sepertinya semua sudah antusias. Sektor riil antusias karena di jalan-jalan sudah penuh (berjalan aktivitas masyarakat dan bisnis), ini tanda bahwa ini bagus, ekonomi bisa segera tumbuh. Tapi kami melihat juga tanda-tanda (meningkatnya kasus positif) covid-19 di daerah, ini akan kami perhatikan bersama," tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top