Laba Meroket 90%, Raksasa Minyak Saudi Aramco Cuan USD48 Miliar di Semester I
Minggu, 14 Agustus 2022 - 16:26 WIB
loading...
Saudi Aramco mencatatkan kenaikan laba hingga 90% pada kuartal kedua 2022. Foto/REUTERS/Hamad I Mohammed
A
A
A
JAKARTA - Raksasa minyak negara Arab Saudi Aramco mencatatkan kenaikan laba hingga 90% pada kuartal kedua 2022. Capaian ini didorong oleh harga minyak yang tinggi dan meningkatnya volume penjualan.
Laba bersih Aramco tercatat naik menjadi 181,64 miliar riyal atau setara USD48,39 miliar, dibandingkan dari 95,47 miliar riyal pada setahun sebelumnya. Sementara pendapatannya selama semester I/2022 ini mencapai secara USD88 miliar.
Baca juga: Intip Bisnis Keluarga Kerajaan Arab Saudi di Penjuru Dunia
CEO Aramco Amin Nasser mengharapkan pertumbuhan permintaan minyak dapat terus tumbuh selama sisa tahun ini di tengah tekanan ekonomi global.
"Untuk menjaga keamanan pasokan energi, inilah yang membuat Aramco bekerja untuk meningkatkan produksi dari berbagai sumber energi — termasuk minyak dan gas, serta energi terbarukan, dan energi hidrogen," ujar Nasser, dilansir Reuters, Minggu (14/8/2022).
Baca juga: Aliran Minyak Rusia lewat Pipa Druzhba Berhenti, 3 Negara Eropa Ini Kelabakan
Nasser menegaskan pihaknya akan terus berinvestasi dan mengembangkan prospek bisnis rendah karbon. Komitmen ini dibuat demi mencegah tingkat pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil.
Laba bersih Aramco tercatat naik menjadi 181,64 miliar riyal atau setara USD48,39 miliar, dibandingkan dari 95,47 miliar riyal pada setahun sebelumnya. Sementara pendapatannya selama semester I/2022 ini mencapai secara USD88 miliar.
Baca juga: Intip Bisnis Keluarga Kerajaan Arab Saudi di Penjuru Dunia
CEO Aramco Amin Nasser mengharapkan pertumbuhan permintaan minyak dapat terus tumbuh selama sisa tahun ini di tengah tekanan ekonomi global.
"Untuk menjaga keamanan pasokan energi, inilah yang membuat Aramco bekerja untuk meningkatkan produksi dari berbagai sumber energi — termasuk minyak dan gas, serta energi terbarukan, dan energi hidrogen," ujar Nasser, dilansir Reuters, Minggu (14/8/2022).
Baca juga: Aliran Minyak Rusia lewat Pipa Druzhba Berhenti, 3 Negara Eropa Ini Kelabakan
Nasser menegaskan pihaknya akan terus berinvestasi dan mengembangkan prospek bisnis rendah karbon. Komitmen ini dibuat demi mencegah tingkat pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil.
Lihat Juga :