Produksi Batu Bara China Terkerek 16% pada Juli 2022
Senin, 15 Agustus 2022 - 22:32 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Biro Statistik Nasional (NBS) China mengumumkan ihwal kenaikan produksi batu bara harian periode Juli 2022 sebesar 16% dari tahun sebelumnya.
Hal ini terjadi menyusul seruan Beijing kepada para penambang untuk menggenjot lebih banyak emas hitam guna memastikan pasokan yang cukup untuk musim panas. Negeri Panda memproduksi 372,66 juta ton batu bara bulan lalu, setara dengan 12,02 juta ton per hari.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 10,13 juta ton per hari yang diproduksi pada Juli 2021 dan 12,64 juta ton pada Juni 2022.
Selama Januari-Juli, produksi batu bara China 12% lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 2,56 miliar ton. Demikian dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2022).
Baca juga: Rogoh Rp5,62 Triliun, Sinar Mas Kuasai Tambang Batu Bara di Australia
Pemerintah Negeri Tirai Bambu baru saja mengadakan sejumlah pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk menegaskan kembali tekadnya agar tidak terjadi penjatahan listrik selama musim panas.
Mereka meminta penambang batu bara untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kontrak berjangka dengan industri utilitas listrik.
Hal ini terjadi menyusul seruan Beijing kepada para penambang untuk menggenjot lebih banyak emas hitam guna memastikan pasokan yang cukup untuk musim panas. Negeri Panda memproduksi 372,66 juta ton batu bara bulan lalu, setara dengan 12,02 juta ton per hari.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 10,13 juta ton per hari yang diproduksi pada Juli 2021 dan 12,64 juta ton pada Juni 2022.
Selama Januari-Juli, produksi batu bara China 12% lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 2,56 miliar ton. Demikian dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2022).
Baca juga: Rogoh Rp5,62 Triliun, Sinar Mas Kuasai Tambang Batu Bara di Australia
Pemerintah Negeri Tirai Bambu baru saja mengadakan sejumlah pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk menegaskan kembali tekadnya agar tidak terjadi penjatahan listrik selama musim panas.
Mereka meminta penambang batu bara untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kontrak berjangka dengan industri utilitas listrik.
Lihat Juga :