Buka Sidang Tahunan MPR, Bamsoet: Indonesia Akan Hadapi Ancaman Hiper-Inflasi
Selasa, 16 Agustus 2022 - 11:33 WIB
loading...
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkap sejumlah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Foto/TangkapanLayar
A
A
A
JAKARTA - Membuka Sidang Tahunan MPR RI dalam menyongsong HUT ke-77 Republik Indonesia, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa ancaman krisis secara global kini ada di depan mata.
Baca juga: Bambang Soesatyo Buka Sidang Tahunan MPR-DPR dengan Pantun
Bamsoet mengungkap sekitar 320 juta penduduk dunia berada dalam kondisi kelaparan akut. Menurut data IMF dan Bank Dunia, perekonomian 66 negara diprediksi akan bangkrut dan ambruk. Perlambatan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global, semakin diperburuk oleh tingginya kenaikan inflasi.
Kenaikan inflasi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat per Juli 2022 laju inflasi Indonesia berada di level 4,94%, dan pada Agustus diprediksi akan meningkat pada kisaran 5%-6%. Bahkan pada September 2022, diprediksi akan menghadapi ancaman hiper-inflasi dengan angka di kisaran 10% hingga 12%.
Namun demikian, lanjut Bamsoet, Indonesia tidak boleh lalai. Dia juga mengingatkan laju kenaikan inflasi disertai dengan lonjakan harga pangan dan energi semakin membebani masyarakat, yang baru saja bangkit dari pandemi Covid-19.
Baca juga: Bambang Soesatyo Buka Sidang Tahunan MPR-DPR dengan Pantun
Bamsoet mengungkap sekitar 320 juta penduduk dunia berada dalam kondisi kelaparan akut. Menurut data IMF dan Bank Dunia, perekonomian 66 negara diprediksi akan bangkrut dan ambruk. Perlambatan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global, semakin diperburuk oleh tingginya kenaikan inflasi.
Kenaikan inflasi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat per Juli 2022 laju inflasi Indonesia berada di level 4,94%, dan pada Agustus diprediksi akan meningkat pada kisaran 5%-6%. Bahkan pada September 2022, diprediksi akan menghadapi ancaman hiper-inflasi dengan angka di kisaran 10% hingga 12%.
Namun demikian, lanjut Bamsoet, Indonesia tidak boleh lalai. Dia juga mengingatkan laju kenaikan inflasi disertai dengan lonjakan harga pangan dan energi semakin membebani masyarakat, yang baru saja bangkit dari pandemi Covid-19.
Lihat Juga :