Sinyal Harga BBM Naik Makin Kuat, Menteri ESDM Wanti-wanti Harga Minyak Masih Tinggi
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 19:49 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mewaspadai kenaikan harga minyak mentah dunia di kuartal empat tahun 2022, mengingat permintaan masih tetap tinggi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memperingatkan, bahwa harga minyak mentah dunia masih bertengger di level yang cukup tinggi. Menurutnya semua pihak harus mewaspadai kenaikan harga minyak dunia di kuartal empat tahun 2022, mengingat permintaan masih tetap tinggi.
"Kita harus waspadai kuartal empat ini, demand minyak masih tinggi untuk listrik, terutama di negara-negara yang ada musim dinginnya. Kita harus antisipasi," kata Menteri Arifin Tasrif saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (19/8/2022).
Baca Juga: Sinyal Harga BBM Naik, Menteri Bahlil: Pertalite Rp10 Ribu
Sementara itu saat sinyal kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) semakin kuat, Menteri Arifin menuturkan bahwa permintaan BBM subsidi seperti Pertalite terus meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah bakal menetapkan aturan mengenai pembatasan pembelian Pertalite.
Menyiasati itu, Arifin mengungkapkan berbagai macam opsi tengah dikaji oleh pemerintah. Salah satu usulan yakni pembatasan mengenai konsumen yang berhak melalui jenis kendaraan. BUMN pelat merah Pertamina juga tengah menjalankan program BBM tepat sasaran.
"Kita harus waspadai kuartal empat ini, demand minyak masih tinggi untuk listrik, terutama di negara-negara yang ada musim dinginnya. Kita harus antisipasi," kata Menteri Arifin Tasrif saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (19/8/2022).
Baca Juga: Sinyal Harga BBM Naik, Menteri Bahlil: Pertalite Rp10 Ribu
Sementara itu saat sinyal kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) semakin kuat, Menteri Arifin menuturkan bahwa permintaan BBM subsidi seperti Pertalite terus meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah bakal menetapkan aturan mengenai pembatasan pembelian Pertalite.
Menyiasati itu, Arifin mengungkapkan berbagai macam opsi tengah dikaji oleh pemerintah. Salah satu usulan yakni pembatasan mengenai konsumen yang berhak melalui jenis kendaraan. BUMN pelat merah Pertamina juga tengah menjalankan program BBM tepat sasaran.
Lihat Juga :