alexametrics

Sabar Ya, Menkeu Bilang Penyaluran Bansos Tak Bisa Langsung 100%

loading...
Sabar Ya, Menkeu Bilang Penyaluran Bansos Tak Bisa Langsung 100%
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah terus membantu meringankan beban masyarakat kecil di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Salah satunya lewat pemberian dana bantuan sosial (bansos).

Sayangnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatimengatakan pencairan bansos tidak bisa langsung 100% dilakukan. Realisasinya bertahap hingga akhir tahun 2020.

"Sebetulnya kalau pencairan ya enggak akan 100% sekarang ini, tapi akan bertahap sampai akhir tahun," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (30/6/202). (Baca:Presiden Jokowi Minta Daerah Segera Cairkan Anggaran Kesehatan dan Bansos)



Dia pun melanjutkan, bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ada kemajuan setiap bulan karena sebagian bantuan yang disalurkan sesuai tugas Kementerian Sosial(Kemensos).

“Memang sudah ada di dalam track Kemensos seperti PKH, sembako itu sudah 10 juta plus 20 juta akan dicairkan setiap bulan sampai Desember. Ini sudah mengalami kemajuan," katanya.

Sri Mulyani kemudian memaparkan, bansos di luar Jabodetabek diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran yang sama dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan mulai Juli-Desember 2020. Adapun, total jumlah bansos Jabodetabek mencapai Rp6,8 triliun dan bansos tunai di luar Jabodetabek mencapai Rp32,4 triliun.

“Untuk bansos Jabodetabek ini tambahan karena episentrum Covid-19 di Jabodetabek. Bansos juga dilakukan percepatan dari sisi pendataan dan pembayaran atau pembelian manfaatnya,” jelasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top