Pemerintah Perlu Evaluasi Ketersediaan Pangan dan Malnutrisi
Minggu, 21 Agustus 2022 - 12:00 WIB
loading...
Ketersediaan bahan pangan harus terus dijaga. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap ketersediaan pangan dan malnutrisi di Indonesia. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kedua kondisi itu.
Baca juga: Ciptakan Pasokan Pangan Lintas Negara, Kementan Usulkan Pertanian Berkelanjutan
“Ketersediaan pangan dan malnutrisi dipengaruhi oleh berbagai faktor, dua di antaranya adalah kebijakan perdagangan dan pertanian yang selama ini sudah dijalankan,” kata Aditya Alta, Head of Agriculture Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), dalam keterangannya, Minggu (21/8/2022).
Aditya menjelaskan, pandemi menimbulkan disrupsi rantai pasok yang berdampak pada ketersediaan dan harga pangan. Disrupsi ini pada akhirnya memaksa pemerintah untuk melonggarkan restriksi pada regulasi perdagangan pangan. Misalnya, Permendag No. 27 Tahun 2020 menghapus sementara ketentuan persetujuan impor bawang putih dan bawang bombay.
"Setelah kebijakan ini dikeluarkan, harga bawang putih turun signifikan sejak April 2020, setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada Februari 2020," terangnya.
Baca juga: Ciptakan Pasokan Pangan Lintas Negara, Kementan Usulkan Pertanian Berkelanjutan
“Ketersediaan pangan dan malnutrisi dipengaruhi oleh berbagai faktor, dua di antaranya adalah kebijakan perdagangan dan pertanian yang selama ini sudah dijalankan,” kata Aditya Alta, Head of Agriculture Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), dalam keterangannya, Minggu (21/8/2022).
Aditya menjelaskan, pandemi menimbulkan disrupsi rantai pasok yang berdampak pada ketersediaan dan harga pangan. Disrupsi ini pada akhirnya memaksa pemerintah untuk melonggarkan restriksi pada regulasi perdagangan pangan. Misalnya, Permendag No. 27 Tahun 2020 menghapus sementara ketentuan persetujuan impor bawang putih dan bawang bombay.
"Setelah kebijakan ini dikeluarkan, harga bawang putih turun signifikan sejak April 2020, setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada Februari 2020," terangnya.
Lihat Juga :