Mendag Bongkar Biang Kerok Naiknya Harga Telur Ayam Sampai Rp32.000/Kg
Rabu, 24 Agustus 2022 - 20:51 WIB
loading...
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membongkar, biang kerok naiknya harga telur ayam di pasaran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) membongkar, biang kerok naiknya harga telur ayam di pasaran. Dia mengatakan, hal itu karena tindakan afkir dini atau upaya mengurangi produksi indukan yang dilakukan peternak serta adanya program bantuan sosial (bansos) sehingga memengaruhi stok di pedagang.
"Kemensos kebetulan merapel programnya tiga bulan sekaligus. Telur lagi dibeli. Jadi satu afkir dini, kedua Kemensos bantuan tiga bulan dirapel. Bantuan telurnya banyak, jadi naik harganya," kata Mendag Zulkifli di kawasan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: Diprotes DPR Harga Telur Mahal Rp32.000 per Kg, Mendag Zulhas: Waktu Saya Jadi Menteri Sudah Segitu
Zulkifli menjelaskan, bahwa afkir dini dilakukan lantaran sebelumnya harga telur terus turun menjadi Rp25.000 sampai Rp26.000 per kilogram. "Harga tersebut terlalu rendah. Sama halnya dengan harga ayam. Sebelumnya Rp52.000, namun lama-lama turun hingga Rp 24.000," imbuhnya.
Karena harganya yang terlalu rendah, peternak memutuskan melakukan afkir dini dengan memotong ayam petelur guna mengurangi produksi indukan agar tidak bertelur dan menjadi bibit ayam.
Kemudian, Mendag menilai distribusi telur dalam skala besar untuk program bansos juga menyebabkan permintaan telur ayam meningkat di pasaran. Kondisi tersebut ikut berdampak pada kenaikan harga.
Baca Juga: Meroket, Harga Telur Ayam di Indramayu Capai Rp32.000 Per Kilogram
"Kemensos kebetulan merapel programnya tiga bulan sekaligus. Telur lagi dibeli. Jadi satu afkir dini, kedua Kemensos bantuan tiga bulan dirapel. Bantuan telurnya banyak, jadi naik harganya," kata Mendag Zulkifli di kawasan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: Diprotes DPR Harga Telur Mahal Rp32.000 per Kg, Mendag Zulhas: Waktu Saya Jadi Menteri Sudah Segitu
Zulkifli menjelaskan, bahwa afkir dini dilakukan lantaran sebelumnya harga telur terus turun menjadi Rp25.000 sampai Rp26.000 per kilogram. "Harga tersebut terlalu rendah. Sama halnya dengan harga ayam. Sebelumnya Rp52.000, namun lama-lama turun hingga Rp 24.000," imbuhnya.
Karena harganya yang terlalu rendah, peternak memutuskan melakukan afkir dini dengan memotong ayam petelur guna mengurangi produksi indukan agar tidak bertelur dan menjadi bibit ayam.
Kemudian, Mendag menilai distribusi telur dalam skala besar untuk program bansos juga menyebabkan permintaan telur ayam meningkat di pasaran. Kondisi tersebut ikut berdampak pada kenaikan harga.
Baca Juga: Meroket, Harga Telur Ayam di Indramayu Capai Rp32.000 Per Kilogram
Lihat Juga :