Transformasi Digital Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Rabu, 24 Agustus 2022 - 21:06 WIB
loading...
Transformasi Digital...
Untuk mendukung perkembangan industri digital ke depan, sejumlah pengamat dan ekonom menilai perlu adanya kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mengakselerasi transformasi digital. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Trend industri digital yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 memang berkembang sangat pesat terutama di era pandemi dan menghadirkan solusi bagi pergeseran pola hidup konsumen. Untuk mendukung perkembangan ke depan, sejumlah pengamat dan ekonom menilai perlu adanya kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mengakselerasi transformasi digital .

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti menilai, untuk mempercepat transformasi digital butuh pembangunan infrastruktur digital yang massif. “Kalau hanya mengandalkan dari dana APBN tidak akan cukup. Pemerintah harus mengajak sektor swasta. Jadi butuh kolaborasi untuk mengakselerasi momentum ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerataan Infrastruktur Digital Jadi Fokus G20

Dia menilai, partisipasi sektor swasta baik dalam negeri maupun asing memang masih dibutuhkan. “Jadi harus ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta kalau mau ada percepatan transformasi digital,” tuturnya.

Menurut dia, peluang bagi swasta untuk berperan lebih besar dalam pembangunan infrastructur digital sangat terbuka lebar.

“Apalagi kalau diberi insentif, lebih semangat lagi. Karena ini era disrupsi, jadi digital ekonomi sudah massive di dunia global. Mereka juga sadar bahwa tiada bisnis yang sukses tanpa dorongan teknologi digital, karena itu, hal ini menjadi momentum emas untuk mengakselerasi transformasi digital,” jelasnya.

Esther juga menilai perusahaan swasta di sektor industri telekomunikasi (telko) juga sudah menyadari pentingnya mempercepat proses transformasi digital. Terbukti aksi merger di kalangan perusahaan telko juga cukup marak yang terakhir adalah Indosat dan Tri yang membentuk PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Senada, Head of Research Praus Capital Alfred Nainggolan menilai percepatan infrastruktur pendukung transformasi digital memang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah memiliki Roadmap Indonesia Digital 2021-2024 atau Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024.

“Nah dengan adanya terobosan dalam bentuk Roadmap Indonesia Digital 2021-2024, sekarang tinggal bagaimana realisasinya serta sinerginya dengan swasta, BUMN, ataupun investor asing,” jelasnya.

Menurut Alfred, sebenarnya dari sisi swasta dan investor asing, tentu kebijakan pemerintah yang mengarah pada akselerasi transformasi digital akan mengundang aksi nyata korporasi. Sebagai contoh, merger perusahaan telekomunikasi (telko) cukup marak mengisyaratkan konsolidasi menuju industri yang lebih atraktif dan mempersiapkan teknologi masa depan.

“Merger PT Indosat dan PT Hutchison Tri Indonesia (3) menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang efektif berlaku pada 4 Januari 2022 dinilai menjadi momentum operator telekomunikasi di Tanah Air agar lebih efisien dalam membangun insfrastruktur untuk mempercepat agenda transformasi digital Indonesia,” paparnya.

Dengan merger ini, lanjut dia, IOH menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan berbagai inovasi yang akan dikembangkan. Aksi korporasi tersebut secara alamiah telah mengurangi jumlah operator seluler hanya menjadi empat perusahaan besar. Kondisi ini juga sekaligus membuat operator telekomunikasi lain lebih sehat dan efisien.

Baca Juga: Infrastruktur Digital Terbatas, DPR Minta Pemerintah Tak Andalkan Influencer

Merger Indosat Ooredoo-Tri menjamin adanya manfaat strategis dengan skala lebih besar dan struktur biaya lebih efisien, spektrum frekuensi yang semakin besar, dan memiliki kapasitas, kecepatan dan layanan yang andal.

Contoh konkret merger Indosat Ooredoo -Tri ini mesti menjadi momentum emas. Sebab, merger perusahaan telko merupakan sebuah keniscayaan untuk memperkuat usaha di tengah persaingan serta menghadapi tantangan teknologi digital masa depan seperti teknologi 5G.

“Aksi merger ini sebenarnya dapat menjadi trigger dalam penataan industri agar lebih efisien, pangsa pasar yang lebih besar dan struktur modal yang lebih kuat, serta untuk mendukung pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia, seperti pengembangan dan perluasan tulang punggung telekomunikasi 4G dan pengembangan komersial 5G beserta turunannya,” katanya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
Lewat Indonesia Tech...
Lewat Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom Kokohkan Fondasi Digital Nasional
Pemkab Jayawijaya-ISP...
Pemkab Jayawijaya-ISP Apresiasi Kehadiran Community Gateway Wamena
Akselerasi Efisiensi,...
Akselerasi Efisiensi, Telkom Solution Siap Kawal Transformasi Digital BUMN
Rekomendasi
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved