Kapal Pesiar Mewah Hasil Sitaan dari Miliarder Rusia Dilelang, Minat?

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 01:00 WIB
loading...
Kapal Pesiar Mewah Hasil...
Kapal pesiar super mewah senilai USD75 juta terkait dengan miliarder pemilik perusahaan baja Rusia yang terkena sanksi telah dilelang di Gibraltar. Foto/Dok
A A A
MADRID - Superyacht atau kapal pesiar super mewah senilai USD75 juta atau setara Rp1,1 triliun (Kurs Rp14.772 per USD) terkait dengan miliarder baja Rusia yang terkena sanksi telah dilelang pada tengah pekan kemarin di Gibraltar. Informasi ini didapatkan dari pengadilan, dan menjadi penjualan pertama sejak harta kekayaan para miliarder Rusia diburu usai perang Ukraina pecah.

Aksioma disita oleh otoritas Gibraltar pada Maret setelah bank AS JP Morgan mengatakan pemiliknya yang diduga Dmitry Pumpyansky telah mengingkari persyaratan pinjaman USD20 juta. Kapal sepanjang 72,5 meter itu dilelang oleh Pengadilan Angkatan Laut Gibraltar melalui sistem penawaran tertutup yang akan dikirim secara elektronik, kata juru bicara pengadilan.

Baca Juga: Biaya Perawatan Mahal, Fuji Kirim Kapal Pesiar Super Mewah Rusia ke AS

Pengadilan menambahkan, bahwa sejauh ini terdapat 63 tawaran yang telah diajukan untuk dipertimbangkan, dengan proses seleksi dengan perkiraan bakal memakan waktu 10 hingga 14 hari.

Lonjakan peminat yang tak terduga oleh calon pembeli dari seluruh dunia untuk kapal itu di luar ekspektasi Nigel Hollyer, broker Marsekal Angkatan Laut Mahkamah Agung Gibraltar yang memimpin pelelangan.

Kapal pesiar mewah ini mampu menampung 12 orang di enam kabin dan menawarkan fasilitas seperti kolam renang, spa, bioskop 3D, dan peralatan olahraga air.

Baca Juga: Kapal Pesiar Terbesar Seharga Rp10,5 Triliun Direbut Jerman Usai Terkait Miliarder Rusia

Menurut dokumen pengadilan yang ditinjau oleh Reuters, JP Morgan meminjamkan 20,5 juta euro kepada Pyrene Investments Ltd yang terdaftar di Kepulauan Virgin Virgin Inggris yang dimiliki oleh Furdberg Holding Ltd. Pemilik Furdberg adalah Pumpyansky, yang bertindak sebagai penjamin untuk pinjaman tersebut.

Surat-surat itu mengatakan, Pyrene Investments gagal membayar persyaratan pinjaman setelah Pumpyansky pada 4 Maret mentransfer sahamnya di Furdberg ke pihak ketiga dan kemudian diberi sanksi. Hal itu mempersulit pembayaran kembali pinjaman tersebut.

Pria berusia 58 tahun, yang diperkirakan memiliki kekayaan USD2 miliar menurut majalah Forbes, telah dijatuhi sanksi oleh Inggris dan Uni Eropa tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Pumpyansky hingga Maret merupakan pemilik dan chairman produsen pipa baja OAO TMK, pemasok untuk perusahaan energi Rusia Gazprom. Perusahaan mengatakan, Pumpyansky sejak awal tahun ini sudah menarik diri dari perusahaan.

Aksioma adalah kapal pesiar mewah pertama hasil sitaan yang diketahui dilelang sejak Barat menjatuhkan sanksi pada Rusia sebagai respons serangan ke Ukraina.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved