alexametrics

New Normal Bikin Himbara Optimis Kredit Tumbuh Positif di 2020

loading...
New Normal Bikin Himbara Optimis Kredit Tumbuh Positif di 2020
Bank BUMN atau yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) optimis penyaluran kredit perbankan secara industri masih akan tumbuh positif hingga akhir tahun 2020. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Bank BUMN atau yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) optimis penyaluran kredit perbankan secara industri masih akan tumbuh positif hingga akhir tahun 2020 di tengah tekanan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Adapun Bank BUMN yang terdiri dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga masih tetap kompak untuk dapat menggenjot ekspansi kreditnya sesuai dengan keahlian masing masing.

(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Memperpanjang Jangka Waktu Penempatan Dana ke Himbara)

Ketua Himbara Sunarso mengatakan, perbankan nasional khususnya bank Himbara masih tetap kuat menghadapi dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Meskipun, ekonomi nasional pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% atau turun dibandingkan dibanding kuartal I 2019 sebesar 5,07%.



“Pesan yang ingin kita sampaikan bahwa kita optimis selama full year kira-kira industri perbankan prospek untuk menumbuhkan kredit. Kalau tahun lalu industri perbankan bisa menumbuhan kredit sekitar 6% dan tahun ini pun kredit masih tumbuh positif,” jelas Sunarso di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

(Baca Juga: Bank Himbara Kantongi Rp30 T, OJK Minta Segera Susun Rencana Penyaluran Kredit)



Di sisi lain, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan kelonggaran aktifitas masyarakat di masa kebiasaan baru saat pandemi (New Normal) diharapkan dapat lebih menggeliatkan sektor ekonomi nasional.

“Kami semua akan masuk di sektor tertentu yang kami rasa siap untuk perkembangannya. Sebagai contoh kami bidangnya lebih banyak di korporasi tapi bukan berarti kami tidak masuk mikro UMKM,” katanya.

Sebagai informasi saja, kredit industri perbankan memang sedang mengalami tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, hingga Mei 2020, kredit perbankan tumbuh sebesar 3,04% secara (yoy) angka tersebut melambat bila dibandingkan dengan bula April yang tumbuh 5,73%.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top