Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Kacau Balau, Ini Dampaknya ke Penerimaan Negara
Senin, 05 September 2022 - 14:37 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Ketidakpastian masih membayangi ekonomi global pada tahun depan. Kondisi ini bisa berdampak negatif bagi Indonesia.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI hari ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun mengutarakan keresahannya mengenai situasi global yang kian tak pasti menjelang 2023.
Menurut dia, situasi dunia yang tengah kacau balau berpotensi memberikan dampak negatif terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023.
"Terutama dari sisi penerimaan setoran negara, mungkin tidak akan setinggi atau secemerlang tahun ini. Setiap kali ada commodity boom, jumlah penerimaan melonjak, atau meledak, tapi kemudian pingsan. Ini situasi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara," ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (5/9/2022).
Baca juga: Penyesuaian Harga BBM Momentum Alihkan APBN ke Energi Terbarukan
Dia menyebut kekacauan dunia ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum nampak kapan berakhirnya, ditambah gejolak geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina.
"Belum lagi ada ancaman krisis di berbagai belahan dunia, juga ancaman terjadinya stagflasi global. Inflasi global terus meningkat yang kemudian diikuti dengan peningkatan suku bunga, ini lalu diikuti pengetatan likuiditas dan krisis utang, maka pemulihan ekonomi pun akan terdampak," bebernya.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI hari ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun mengutarakan keresahannya mengenai situasi global yang kian tak pasti menjelang 2023.
Menurut dia, situasi dunia yang tengah kacau balau berpotensi memberikan dampak negatif terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023.
"Terutama dari sisi penerimaan setoran negara, mungkin tidak akan setinggi atau secemerlang tahun ini. Setiap kali ada commodity boom, jumlah penerimaan melonjak, atau meledak, tapi kemudian pingsan. Ini situasi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara," ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (5/9/2022).
Baca juga: Penyesuaian Harga BBM Momentum Alihkan APBN ke Energi Terbarukan
Dia menyebut kekacauan dunia ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum nampak kapan berakhirnya, ditambah gejolak geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina.
"Belum lagi ada ancaman krisis di berbagai belahan dunia, juga ancaman terjadinya stagflasi global. Inflasi global terus meningkat yang kemudian diikuti dengan peningkatan suku bunga, ini lalu diikuti pengetatan likuiditas dan krisis utang, maka pemulihan ekonomi pun akan terdampak," bebernya.
Lihat Juga :