Begini Strategi Penyedia Internet dan TV Satelit Menambah Jumlah Pelanggan Saat WFH
Kamis, 02 Juli 2020 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan sebesar itu, bersumber dari pendapatan biaya berlangganan dari layanan broadband internet dan jaringan Rp562,51 miliar, biaya berlangganan dari layanan televisi kabel Rp350,692 miliar, dan pandapatan lain-lain Rp45,78 miliar.
Sayang, peningkatan pendapatan ini dibarengi juga dengan meningkatnya biaya operasional perusahaan, sehingga beban pokok pendapatan juga naik. Akibatnya laba perusahaan malah menyusut 25,2%. Dari Rp264,29 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp197,70 pada kuartal I-2020.
Meski demikian melihat perkambangan jumlah pelanggan yang naik signifikan, Marlo Budiman optimistis, perseroan bakal mampu meningkatkan pendapatan hingga dobel digit dibandingkan tahun lalu. Adapun, pada 2019 lalu LINK mampu membukukan pendapatan Rp3,75 triliun,hanya naik 1% dibandingkan pendapatan di 2018 sebesar Rp3,72 triliun.
Peningkatan pendapatan juga diperlihatkan oleh PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Perusahaan yang tergabung dalam MNC Group ini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 10% secara year on year pada kuartal I-2020. Berdasarkan publikasi resmi perseroan, perseroan meraup pendapatan Rp842,7 miliar, naik dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp764,7 miliar.
Kontributor utama terhadap total pendapatan masih berasal dari segmen layanan direct to home (DTH) atau layanan tv satelit. Jumlah tersebut mewakili 77% dari total pendapatan konsolidasi pada kuartal I/2020. Segmen ini tumbuh 16% menjadi Rp651,5 miliar. Adapun pendapatan dari segmen digital, IPTV, dan broadband juga tumbuh signifikan sebesar 20% menjadi Rp220 miliar.
Di Kuartal I-2020 EBITDA yang berhasil dibukukan perseroan juga naik sebesar 19% menjadi Rp357,6 miliar. Sedangkan, laba bersih MNC Vision Networks tercatat sebesar Rp40,8 miliar.
Menurut Presiden Direktur PT MNC Vision Networks, Ade Tjendra, di tengah situasi pandemi Covid-19, bisnis inti perseroan memiliki posisi yang unik, kuat, dan terus berkelanjutan. Kondisi keuangan sangat baik. Kinerja semua anak perusahaan berada dalam on track untuk mencapai target pendapatan dan pelanggan. “Saya berharap tahun 2020 ini berdampak positif untuk kami,” tuturnya.
Untuk mengantisiapsi pertumbuhan bisnis, emiten berkode IPTV ini tengah merancang injeksi modal melalui skema private placement sebanyak 3,52 miliar saham. Dana yang masuk dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur modal serta mendukung pertumbuhan jumah pelanggan.
Sebagai informasi layanan internet dan TV Satelit yang berada di bawah IPTV, diantaranya MNC Vision, MNC Play dan K-Vision. Hingga kini jumlah subscribes dari MNC Vision sekitar 2,4juta, K-Visioan 2,9 juta dan MNC Play memiliki 290 ribu pelanggan dan 1,5 juta home passes.
Sayang, peningkatan pendapatan ini dibarengi juga dengan meningkatnya biaya operasional perusahaan, sehingga beban pokok pendapatan juga naik. Akibatnya laba perusahaan malah menyusut 25,2%. Dari Rp264,29 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp197,70 pada kuartal I-2020.
Meski demikian melihat perkambangan jumlah pelanggan yang naik signifikan, Marlo Budiman optimistis, perseroan bakal mampu meningkatkan pendapatan hingga dobel digit dibandingkan tahun lalu. Adapun, pada 2019 lalu LINK mampu membukukan pendapatan Rp3,75 triliun,hanya naik 1% dibandingkan pendapatan di 2018 sebesar Rp3,72 triliun.
Peningkatan pendapatan juga diperlihatkan oleh PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Perusahaan yang tergabung dalam MNC Group ini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 10% secara year on year pada kuartal I-2020. Berdasarkan publikasi resmi perseroan, perseroan meraup pendapatan Rp842,7 miliar, naik dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp764,7 miliar.
Kontributor utama terhadap total pendapatan masih berasal dari segmen layanan direct to home (DTH) atau layanan tv satelit. Jumlah tersebut mewakili 77% dari total pendapatan konsolidasi pada kuartal I/2020. Segmen ini tumbuh 16% menjadi Rp651,5 miliar. Adapun pendapatan dari segmen digital, IPTV, dan broadband juga tumbuh signifikan sebesar 20% menjadi Rp220 miliar.
Di Kuartal I-2020 EBITDA yang berhasil dibukukan perseroan juga naik sebesar 19% menjadi Rp357,6 miliar. Sedangkan, laba bersih MNC Vision Networks tercatat sebesar Rp40,8 miliar.
Menurut Presiden Direktur PT MNC Vision Networks, Ade Tjendra, di tengah situasi pandemi Covid-19, bisnis inti perseroan memiliki posisi yang unik, kuat, dan terus berkelanjutan. Kondisi keuangan sangat baik. Kinerja semua anak perusahaan berada dalam on track untuk mencapai target pendapatan dan pelanggan. “Saya berharap tahun 2020 ini berdampak positif untuk kami,” tuturnya.
Untuk mengantisiapsi pertumbuhan bisnis, emiten berkode IPTV ini tengah merancang injeksi modal melalui skema private placement sebanyak 3,52 miliar saham. Dana yang masuk dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur modal serta mendukung pertumbuhan jumah pelanggan.
Sebagai informasi layanan internet dan TV Satelit yang berada di bawah IPTV, diantaranya MNC Vision, MNC Play dan K-Vision. Hingga kini jumlah subscribes dari MNC Vision sekitar 2,4juta, K-Visioan 2,9 juta dan MNC Play memiliki 290 ribu pelanggan dan 1,5 juta home passes.
Lihat Juga :