Kebutuhan Minyak Kayu Putih Capai 1.500 Ton, Ini Langkah Perhutani
Jum'at, 23 September 2022 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Untuk tanaman kayu putih, Perhutani melakukan pemuliaan sejak tahun 2010 dan telah mendapatkan hasil 5 klon unggul dengan keunggulan pada rendemen minyak kayu putih dan menghasilkan biomassa daun kayu putih yang bagus.
Sementara itu, ungkap Wahyu, jati merupakan komoditi utama yang dikembangkan oleh Perhutani dan pemuliaan tanamannya sudah dilakukan sejak tahun 1997. Adapun klon unggul Jati yang dihasilkan tersebut dikenal dengan istilah Jati Plus Perhutani (JPP).
"Kami berharap JPP dapat menjadi acuan dalam pengembangan tanaman jati dan menjadi bibit jati terbaik di Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury menyampaikan Indonesia perlu menjawab tantangan dalam bidang keamanan energi dan keamanan pangan salah satunya dalam pemenuhan bahan bakar minyak untuk digantikan dengan biomassa serta mendukung ketahanan pangan nasional.
“Harapan kami Perhutani dan PTPN dapat menjawab tantangan tersebut dengan inovasi dari hasil riset yang dilaksanakan oleh IPFRI (Indonesia Plantation and Forestry Research Institute)," kata Pahala.
Baca juga: Riset dan Inovasi Jadi Kunci Sektor Perkebunan-Kehutanan Tingkatkan Bisnis
Sementara itu, ungkap Wahyu, jati merupakan komoditi utama yang dikembangkan oleh Perhutani dan pemuliaan tanamannya sudah dilakukan sejak tahun 1997. Adapun klon unggul Jati yang dihasilkan tersebut dikenal dengan istilah Jati Plus Perhutani (JPP).
"Kami berharap JPP dapat menjadi acuan dalam pengembangan tanaman jati dan menjadi bibit jati terbaik di Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury menyampaikan Indonesia perlu menjawab tantangan dalam bidang keamanan energi dan keamanan pangan salah satunya dalam pemenuhan bahan bakar minyak untuk digantikan dengan biomassa serta mendukung ketahanan pangan nasional.
“Harapan kami Perhutani dan PTPN dapat menjawab tantangan tersebut dengan inovasi dari hasil riset yang dilaksanakan oleh IPFRI (Indonesia Plantation and Forestry Research Institute)," kata Pahala.
Baca juga: Riset dan Inovasi Jadi Kunci Sektor Perkebunan-Kehutanan Tingkatkan Bisnis
Lihat Juga :