Dorong Industri Furnitur Tak cuma Jago Kandang, Menteri Teten Sebut Harus Contoh China
Selasa, 27 September 2022 - 19:32 WIB
loading...
Industri furnitur Indonesia harus mencontoh China agar menguasai dua pasar sekaligus. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menginginkan industri furnitur dalam negeri selain jago di kandang atau dominan di pasar lokal, juga harus mampu bersaing masuk dan menguasai pasar global.
Baca juga: Kabar Baik! SPBU Khusus Nelayan Siap Diujicoba, Ini Lokasinya
“Kita harus memperkuat pasar domestik, karena pasar kita sangat besar. Nah, kebijakan substitusi impor kita harus diarahkan untuk masuk ke pasar global," kata Teten pada acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) masa bakti 2022-2027 di Jakarta, Selasa (27/9/2022).
Teten mencontohkan China, sebab UKM di sana sudah masuk pasar global. Mereka juga sudah lebih dahulu menguasai pasar dalam negerinya.
"Kita harus seperti itu. Dan itu harus menjadi strategi kita ke depan," kata MenkopUKM.
Teten kemudian mengharapkan Asmindo bisa memanfaatkan bahan baku rotan untuk dijadikan produk unggulan asal Indonesia. Aturan larangan ekspor bahan baku rotan bisa direlaksasi menjadi minimal bahan setengah jadi.
"Karena, rotan ini merupakan peluang bisnis yang besar yang masih bisa dikembangkan," tandasnya.
Baca juga: Kabar Baik! SPBU Khusus Nelayan Siap Diujicoba, Ini Lokasinya
“Kita harus memperkuat pasar domestik, karena pasar kita sangat besar. Nah, kebijakan substitusi impor kita harus diarahkan untuk masuk ke pasar global," kata Teten pada acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) masa bakti 2022-2027 di Jakarta, Selasa (27/9/2022).
Teten mencontohkan China, sebab UKM di sana sudah masuk pasar global. Mereka juga sudah lebih dahulu menguasai pasar dalam negerinya.
"Kita harus seperti itu. Dan itu harus menjadi strategi kita ke depan," kata MenkopUKM.
Teten kemudian mengharapkan Asmindo bisa memanfaatkan bahan baku rotan untuk dijadikan produk unggulan asal Indonesia. Aturan larangan ekspor bahan baku rotan bisa direlaksasi menjadi minimal bahan setengah jadi.
"Karena, rotan ini merupakan peluang bisnis yang besar yang masih bisa dikembangkan," tandasnya.
Lihat Juga :